Macam-macam Sholat Sunnah yang Dapat Mendulang Pahala

Tim hikmah detikcom - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 09:49 WIB
A young muslim in prayer
Foto: iStock/Macam-macam Sholat Sunnah yang Dapat Mendulang Pahala
Jakarta -

Sholat sunnah adalah ibadah yang dilakukan di luar sholat wajib. Sholat ini apabila dikerjakan mendapat pahala.

Namun apabila ditinggalkan tidak berdosa. Sholat sunnah seperti dilansir buku Pedoman dan Tuntunan Sholat Lengkap oleh Drs Abdul Kadir Nuhuyanan, dibagi menjadi 2 macam, yakni sholat sunnah rawatib dan sholat sunnah ghairu rawatib.

A. Sholat Sunnah Rawatib

Sholat sunnah rawatib adalah sholat sunnah yang dikerjakan mengiringi sholat fardhu. Waktu mengerjakannya sebelum atau sesudah sholat wajib lima waktu.


Sholat yang dilakukan sebelum sholat fardhu disebut sholat qobliyah. Sedangkan setelah sholat fardhu yakni sholat sunnah ba'diyah.


Macam sholat sunnah rawatib ada dua:

1. Sholat sunnah muakkad yakni sholat sunnah yang dikukuhkan untuk dikerjakan. Jumlah rakaat, secara keseluruhan ada 10 atau 12 rakaat:

-2 Rakaat sebelum sholat zuhur

Niat sholat sunnah rawatib sebelum zuhur:

Usholli sunnatazh-zhuhri rok'ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'ala

Artinya : "Saya niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta'ala."

-2 Rakaat sesudah sholat zuhur

Niat shalat sunnah rawatib sesudah shalat zuhur

Usholli sunnataz-zhuhri rok'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaa

Artinya : "Saya niat shalat sunnah setelah dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta'ala.

-2 Rakaat sesudah sholat maghrib

Niat shalat sunnah rawatib setelah shalat maghrib:

Usholli sunnatal maghribi rok'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'ala

Artinya : "Saya niat shalat sunnah setelah maghrib dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta'ala."

-2 Rakaat sesudah sholat isya


Niat shalat sunnah rawatib setelah shalat isya:

Ushallii sunnatal 'isyaa'i rak'ataini ba'diy-yatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat sunat ba'diyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

-2 Rakaat sebelum sholat subuh.

Niat sholat sunnah rawatib sebelum sholat subuh:

Ushallii sunnatash shubhi rak'ataini qabliy-yatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat sunat qabliyyah subuh 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

2. Sholat sunnah ghairu muakkadah yaitu sholat sunnah yang tidak dikukuhkan untuk dikerjakan. Jumlah rakaat seluruhnya yakni 10 rakaat:

a. 2 Rakaat sebelum zuhur
b. 2 Rakaat sesudah zuhur
c. 4 Rakaat sebelum ashar
d. 2 Rakaat sebelum maghrib

Sholat sunnah muakkad dan ghairu muakkad ini dikerjakan:

-Tidak berjamaah.
-Jika empat rakaat, tiap dua rakaat satu salam.
-Tanpa azan dan iqamat
-Diutamakan tempat sholat sunnah berpindah dari tempat sholat fardhu.
-Bacaan tidak dikeraskan.

B. Sholat Sunnah Ghairu Rawatib

Sholat ghairu rawatib yakni sholat sunnah yang terikat oleh waktu. Macam-macam sholat sunnah ini antara lain:

1. Sholat Sunnah Wudhu

Sholat sunnah wudhu yakni sholat sunnah yang ditunaikan setelah melakukan wudhu. Jumlah rakaat ini yakni 2.

2. Sholat Dhuha

Sholat sunnah ini dikerjakan pada waktu matahari naik kira-kira sepenggalah sampai matahari agak tinggi dan agak kepanasan. Kira-kira pukul 07.00-11.00). Jumlah rakaat boleh 2, 4, 6, dan paling banyak 12 rakaat.

3. Sholat Tahiyatul Masjid

Sholat Tahiyatul Masjid adalah sholat sunnah dua rakaat. Sholat ini dilakukan pada saat masuk masjid sebelum duduk.

4. Sholat Istikharah

Sehari-hari kita dihadapkan sering dihadapkan pada pilihan yang harus kita putuskan. Untuk mendapatkan kemantapan putusan kita disunnahkan sholat istikharah dua rakaat. Setelah sholat istikharah hendaklah membaca tahmid dan sholawat Nabi SAW.
Sholat istikharah adalah sholat sunnah yang dilakukan untuk mengambil keputusan.


5. Sholat Istisqa'

Sholat istisqa' adalah sholat sunnah yang ditunaikan untuk memohon kepada Allah agar diturunkan air hujan. Hal ini karena kekurangan air akibat kemarau panjang.

6. Qiyamul Lail (Sholat Tahajud, Tarawih, dan Witir)

Bangun malam (qiyamul lail) untuk menunaikan sholat malam adalah satu-satunya sholat sunnah yang diperintahkan langsung dalam Al Quran.

Sholat ini merupakan sholat terbaik sesudah sholat wajib. Sholat malam disebut sholat tahajud karena sebelumnya didahului dengan tidur.

Disebut sholat tarawih karena ditunaikan pada malam bulan Ramadhan. Disebut witir karena jumlah rakaatnya ganjil. Semua sholat qiyamul lail dilakukan pada malam hari.

Jumlah rakaat sholat tahajud ada 11 rakaat. Pengerjaannya bisa 2 rakaat, 4 rakaat, kemudian sholat witir 3 rakaat.

7. Sholat Hari Raya (Id)

Sholat Hari Raya dalam Islam ada dua yakni sholat Idul Fitri pada 1 Syawal tahun Hijriah dan Sholat Idul Adha 10 Zulhijjah tahun Hijriah. Hukum kedua sholat ini yakni sunnah muakkad.

Beberapa kaifiat sholat Hari Raya:

-Sholat hari raya dilakukan sebelum khotbah
-Jumlah rakaat sholat dua rakaat. Tujuh kali takbir pada rakaat pertama dan lima kali takbir pada rakaat kedua.
-Tidak ada azan dan iqomat pada sholat Hari Raya. Yang ada hanya ajakan sholat jamaah.
-Waktu Sholat Idul Fitri sekitar pukul 06.00-07.00 pagi. Sedangkan sholat Idul Adha sekitar pukul 06.00-06.30 pagi.

-Dianjurkan dilakukan di tanah lapang. Namun jika lagi pandemi corona, sholat dilakukan di rumah.

-Khotbah hari raya dilakukan sesudah sholat. Khotbah tanpa duduk di antara dua khotbah seperti khotbah hari Jumat.

8. Sholat Sunnah Gerhana

Sholat sunah gerhana dikerjakan saat terjadi gerhana bulan maupun gerhana matahari. Jumlah rakaatnya adalah dua rakaat.

9. Sholat sunnah safar

Sholat sunnah safar dilakukan ketika seseorang akan menunaikan bepergian atau ketika datang bepergian. Jumlah rakaat yakni dua rakaat.

10. Sholat Sunnah Mutlak

Macam-macam sholat sunnah lainnya yakni sholat sunnah mutlak. Sholat sunnah mutlak yaki sholat sunnah yang tidak ditentukan waktunya. Jumlah rakaat tidak ditentukan, dua rakaat atau lebih.

Waktu yang dilarang sholat yakni sesudah sholat subuh hingga terbit matahari, sesudah ashar hingga terbenam matahari dan tengah hari.

(nwy/erd)