Round-Up

'Blinking Merah' Penghalang Habib Rizieq Pulang ke Rumah

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 06:00 WIB
Habib Rizieq, Munarman dan Arifin Ilham menghadiri aksi damai 2 Desember di Monas, Jumat (2/12/2016).
Habib Rizieq. (Foto: Hasan Al Habshy)
Jakarta -

Habib Rizieq Shihab dikabarkan segera pulang ke Tanah Air karena disebutkan cekal dan denda di Saudi telah dihapus. Namun, kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia masih terhalang 'blinking merah'.

Awalnya, kabar mengenai kepulangan Habib Rizieq ini disampaikan Ketum FPI Ahmad Shabri Lubis dari mobil komando demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja.

Shabri Lubis menyatakan Habib Rizieq akan segera pulang ke Tanah Air. 'Imam besar Habib Rizieq Syihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi," kata Shabri dari atas mobil komando, Selasa (13/10).

Shabri menyebut cekal dan denda terkait Habib Rizieq di Saudi sudah dihapus. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) kemudian turun tangan menelusuri soal kabar pencabutan cekal Habib Rizieq ini.

"Tidak ada informasi soal itu dan sedang dicari tahu," kata Jubir Kemlu, Teuku Faizasyah kepada wartawan, Selasa (13/10/2020).

"Melalui KBRI di Riyadh," tambahnya.

Faizasyah mengatakan jika Habib Rizieq memberikan informasi kepulangannya ke KBRI, maka pihaknya akan mengetahui. Sebab, WNI yang berada di Arab Saudi ribuan.

Dalam kesempatan terpisah, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel ikut menanggapi kabar cekal Habib Rizieq yang disebut telah dicabut dan sudah terbebas dari denda-denda.

Agus mengungkapkan sejumlah penyebab Habib Rizieq belum bisa keluar dari Arab Saudi. Agus menyebut status Habib Rizieq dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih 'blinking merah' atau belum bisa keluar dari negara tersebut.

"Berdasarkan komunikasi kami dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, bahwa sampai detik ini nama Mohammad Rizieq Syihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih 'blinking merah'," kata Agus kepada detikcom, Rabu (14/10/2020).

"Blinking merah belum bisa keluar Saudi," imbuhnya.

Agus mengungkapkan, dalam sistem portal imigrasi itu, tertulis alasan Habib Rizieq masih berstatus 'blinking merah'. Di antaranya, lantaran visa habis dan melanggar undang-undang.

"Dengan tulisan ta'syirat mutanahiyah (visa habis) dan dalam kolom lain tertulis: mukhalif (pelanggar UU). Bentuk pelanggaran: mutakhallif ziyarah (overstay dengan visa kunjungan)," ujar Agus.

Agus mengatakan dalam imigrasi Arab, Habib Rizieq tertulis sebagai 'pelanggar'. "Ada juga kolom 'ma'lumat al-mukhalif' (data tentang pelanggar). Di kolom foto MRS ditulis 'Surah al-Mukhalif' foto pelanggar," jelas Agus.

Agus menjelaskan Arab Saudi tidak pernah mendiskriminasi warga negara asing (WNA) dalam hal denda dan hukuman bagi pelanggar keimigrasian. Sebab, kata dia, sudah ada sistem baku yang mengatur hal tersebut.

"Terkait dengan denda dan sangsi punishment untuk para WNA pelanggar keimigrasian, Arab Saudi tidak pernah melakukan diskriminasi karena semuanya sudah ada sistem yang baku. Mulai punishment denda dan deportasi (tarhil) serta di blacklist tidak bisa masuk Arab Saudi," kata Agus.

Lebih lanjut, Agus juga menjelaskan keluarnya exit permit atau izin keluar yang dikeluarkan imigrasi Arab Saudi. warga negara Indonesia (WNI) yang overstay bisa dikeluarkan izin keluarnya, tapi dengan status deportan.

"Pengalaman 5 tahun bertugas sebagai pelayan WNI di Arab Saudi, kebiasaan penyelesaian WNI yang overstay dan pelanggaran keimigrasian harus melalui proses pengambilan 'biometrik' di kantor-kantor Tarhil (deportasi) Arab Saudi. Setelah itu baru diterbitkan 'Exit Permit' izin keluar dengan status DEPORTAN. Gate kepulangan untuk deportan ini juga tidak melalui gate konvensional," ungkapnya.

Kendati demikian, dia menegaskan Kerajaan Arab Saudi yang bisa menjelaskan rinci tentang pencekalan Habib Rizieq. Yang jelas, kata Agus, Pemerintah RI tidak pernah menghalangi Habib Rizieq pulang ke Tanah Air.

"Yang bisa menjawab tentang cekal MRS adalah otoritas Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi (KSA), karena KSA lah yang paling tahu pelanggaran apa saja yang dilakukan oleh MRS. Pemerintah Indonesia tidak pernah menghalang-halangi kepulangan MRS," tutur dia.

Habib Rizieq sebelumnya dicekal oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Habib Rizieq dicekal lantaran melanggar aturan keimigrasian. Karena itu, Agus menjelaskan yang bisa menjawab perihal cekal Habib Rizieq hanyalah Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

"Karena KSA lah yang paling tahu pelanggaran apa saja yang dilakukan oleh MRS. Pemerintah Indonesia tidak pernah menghalang-halangi kepulangan MRS," tegasnya.

(aan/idn)