Polisi Dalami Ada Tidaknya Otak dari Aksi Teror Molotov ke Markas PDIP

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 10:20 WIB
Tersangka pelemparan bom molotov ke markas PDIP di Kabupaten Bogor.
Para tersangka pelemparan molotof ke kantor PDIP yang pertama ditangkap (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Sepuluh orang pelaku pelemparan bom molotov ke markas PAC PDIP Cileungsi, Kabupaten Bogor ditangkap. Polisi tengah mendalami ada tidaknya suruhan atas aksi teror itu.

"Lagi didalami karena ini berkembang, kita dari penyidik Polres Bogor terkait dengan tiga tempat ini, ini sedang kita dalami apakah ada keterkaitan atau tidak," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (28/8/2020).

Hal ini juga turut menjawab ada tidaknya kaitan antara teror bom molotov di Cileungsi dan dua TKP lainnya di Megamendung dan Cianjur. Seperti diketahui, aksi pelemparan itu terjadi di tiga markas partai berlambang banteng itu.

"Ini yang masih didalami juga. Yang Cianjur maupun Megamendung, kita dalami lagi dan mudah-mudahan ada jawabannya hasil pemeriksaan dari penyidik nanti kita sampaikan," tuturnya.

Sementara itu berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang didapat, polisi menduga aksi pelemparan itu disengaja. Hal ini pun merujuk pada peran masing-masing tersangka di mana ada yang membeli, meracik hingga melempar bom molotov tersebut.

"Ini sepertinya sudah direncanakan tapi kembali lagi penyidik akan terus mendalami apa motif yang sebenarnya terjadi," katanya

Sementara berdasarkan pemeriksaan sementara oleh penyidik, para pelaku ini mengaku emosional hingga akhirnya melakukan pelemparan. Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy sebelumnya menyebut bila para tersangka ini tersulut emosi gegara foto habib Rizieq Shihab dirusak saat aksi demo di depan gedung DPR beberapa waktu lalu.

"Sampai dengan saat ini pemeriksaan tersangka ini karena ada emosi dari masing-masing pribadi atas awal kali terjadinya pembakaran foto di Gedung DPR RI," ujar Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy di Mapolda Jabar.

Saat ditegaskan terkait foto yang dimaksud, Roland membenarkan foto yang dimaksud tersebut ialah foto habib Rizieq Syihab. "Foto habib Rizieq," kata Roland.

(dir/mso)