Round-Up

SBY Merasa Dituduh Jadi Dalang, Pemerintah Tak Tunjuk Siapa-siapa

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 05:16 WIB
detikcom saat wawancara khusus dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kuningan, Jakarta.
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) prihatin dituduh menjadi dalang demo omnibus law Cipta Kerja yang berujung ricuh. Pernyataan SBY diperkuat Partai Demokrat (PD). Menjawab isu tersebut, pemerintah menegaskan tidak pernah menuduh SBY.

Pernyataan ini awalnya disampaikan SBY dalam video yang diunggah di akun YouTube-nya, Senin (12/10). Format video itu adalah SBY mengobrol santai dengan sejumlah orang yang memberikannya pertanyaan. Pertanyaan itu termasuk SBY yang dituduh menggerakkan massa demo omnibus law yang berakhir ricuh.

SBY menjelaskan tidak tahu-menahu mengapa dirinya yang dituduh menjadi dalang demo ricuh. SBY lalu mengungkit tuduhan serupa kepada dirinya terkait aksi ricuh di bulan November 2016.

"Ya nggak tahu saya, nggak tahu, apa barangkali nasib saya dibeginikan terus ya. Nggak tahu saya. Memang kalau saya ikuti ya kembali seperti yang saya alami pada tahun 2016 lalu saya dituduh difitnah menunggangi, menggerakkan, membiayai, sama dengan sekarang sebuah gerakan unjuk rasa besar waktu itu," kata SBY.

Massa di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat ricuh. Massa melempari polisi dengan batu.Kericuhan saat demo 8 Oktober 2020 di Jakarta. (Foto: Grandyos Zafna)

"Jadi kalau tiba-tiba kemarin saya dituduh seperti itu ndak baik, nggak baik kalau negeri kita makin subur fitnah, hoax, tuduhan-tuduhan tidak berdasar," ujar SBY.

SBY menyebut dia tidak akan pernah menggerakkan massa andai memang punya kemampuan seperti itu. SBY menyebut dirinya sebagai korban.

"Andai kata saya ini punya kemampuan menggerakkan gerakan massa yang begitu luas di tanah air kemarin, andai kata saya punya uang dan tentu uangnya itu banyak dengan menggerakkan aksi-aksi seperti itu, saya juga tidak punya niat tidak terpikir untuk melakukan sesuatu yang menurut saya tidak tepat saya lakukan," sebut SBY.

"Dan begini. Saya menjadi korban dan jangan lupa kemarin elemen masyarakat yang melakukan unjuk rasa di mana-mana, kalau dianggap itu ditunggangi oleh orang seperti saya, digerakkan, dikasih uang, mereka juga terhina, merasa dihina dan apalagi memfitnah itu kan mempermainkan kebenaran," jelas mantan Ketum PD ini.

Tonton juga video 'Polemik UU Cipta Kerja dan Dilema Pengambilan Kebijakan di Mata SBY':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3