Pria di Aceh Sekap-Pukul Remaja Gegara Curiga Selingkuh dengan Istrinya

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 18:17 WIB
a woman sitting on ground with arm around lower head, sexual violence , sexual abuse, human trafficking concept with shadow edge in white tone
Ilustrasi penyekapan (Getty Images/iStockphoto/Favor_of_God)
Banda Aceh -

Seorang suami di Pidie, Aceh, berinisial IR (45) diduga menyekap dan memukuli seorang remaja NZ (20). Pelaku menuduh korban berselingkuh dengan istrinya.

"Korban disekap oleh IR dan temannya di rumah IR. Korban juga sempat dianiaya," kata Kasat Reskrim Polres Pidie Iptu Ferdian Chandra saat dimintai konfirmasi, Selasa (13/10/2020).

Aksi penyekapan dan penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat (9/10) malam. Korban yang sedang bermain gim bersama temannya tiba-tiba dijemput oleh pelaku S.

S mengajak korban ikut bersamanya dengan alasan untuk mengambil mobil pelaku. Keduanya berangkat dari lokasi dengan menggunakan motor, tapi dalam perjalanan S membawa korban ke rumah IR.

Korban sempat bertanya alasan dirinya dibawa ke rumah IR. Bukan jawaban yang didapat, tapi malah tangannya diikat atas suruhan IR. Pelaku IR menampar korban saat berada di pekarangan rumahnya.

Dia juga mengancam membunuh korban dengan pisau. IR lalu menuduh korban berselingkuh dengan istrinya, tapi hal itu dibantah korban.

"Korban diminta mengaku berselingkuh dengan istri pelaku. Namun karena merasa terancam, korban akhirnya mengaku berselingkuh," jelas Ferdian.

Pengakuan korban direkam pelaku. IR kemudian memanggil istrinya dan menanyakan hal serupa. Istri pelaku membantah berselingkuh dengan korban.

Menurut Ferdian, korban selanjutnya disekap di rumah kosong di kediaman IR dengan tangan diikat. Pagi hari, korban sempat dipukuli lagi oleh pelaku.

Menjelang tengah malam, pelaku meminta korban makan serta mencuci muka. Pelaku lalu membawa korban ke Polsek dan melaporkan korban berselingkuh dengan istrinya sambil memperlihatkan rekaman pengakuan korban.

Setelah memeriksa korban, polisi memberi tahu pelaku bila perbuatannya salah. IR bersama dua temannya langsung meninggalkan Polsek. Korban tidak terima dengan perlakuan IR akhirnya membuat laporan ke polisi.

"Setelah kita mendapat laporan, pelaku IR langsung kita tangkap di rumahnya. Dua temannya masih kita buru," ujar Ferdian.

(agse/jbr)