Pemprov DKI Investigasi Dugaan Pelanggaran Tata Bangunan di Banjir Ciganjur

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 16:10 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria
Wagub A Riza Patria (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menduga penyebab banjir di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel), adalah adanya pelanggaran pembangunan. Riza mengatakan pihaknya sedang melakukan investigasi.

"Ya memang di situ diduga ada pelanggaran di bangunan tersebut. Itu harusnya tidak boleh ada tembok yang jaraknya persis di pinggir sungai, harusnya ada space yang cukup sehingga tidak terjadi longsor," ujar Riza di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020).

"Kemarin yang di Ciganjur itu pagar yang tinggi dan padat dengan tanah itu longsor karena di bawah itu ada sungai, tergerus, sehingga bangunan tersebut menutupi sungai, sehingga sungai tertutup dan menimbulkan banjir di sekitar daerah itu. Ada kurang lebih 300-an rumah yang tergenang," sambungnya.

Riza mengatakan pihaknya juga telah meminta dinas terkait melakukan investigasi. Selain melakukan investigasi di lokasi kejadian, Pemprov DKI juga telah meminta jajarannya mengecek daerah aliran sungai yang rawan longsor.

"Kami sudah minta kepada dinas terkait untuk mengecek, lakukan investigasi terkait bangunan tersebut yang kami duga melanggar. Kemudian kami juga sudah minta, tadi juga kami rapat supaya semua daerah-daerah, khususnya di daerah aliran sungai, dicek kembali. Jangan sampai ada bangunan yang persis berada di pinggir sungai kemudian yang dapat mengakibatkan longsor," katanya.

Menurutnya, ada aturan yang harus dipatuhi ketika hendak mendirikan bangunan. Riza mengatakan tidak boleh ada bangunan di sekitar aliran sungai.

"Ya justru ada ketentuan dalam peraturannya. Jadi nanti akan dicek semuanya, tidak boleh saja, semua ada batasan. Semua dengan perencanaan. Itu di setiap sungai yang kita lakukan naturalisasi atau normalisasi di situ di pinggir kiri dan kanan sungai itu akan dibangun jalan inspeksi. Jadi idealnya memang tidak boleh ada bangunan di pinggir sungai," katanya.

Dalam peristiwa itu, ada satu orang meninggal dunia. Korban merupakan seorang ibu hamil.

"Bangunan pagar itu roboh ke rumah yang ada di seberang sungai, sehingga mengakibatkan meninggalnya seorang ibu berusia 42 tahun," imbuh Riza.

(man/lir)