Eks Direksi RS Diperiksa Polisi, Pemko Siantar Tak Beri Bantuan Hukum

Ahmad Arfah - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 12:21 WIB
Ilustrasi jenazah
Foto: dok. Thinkstock
Pematangsiantar -

Polisi telah memeriksa eks Plt Direktur RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, Ronald Saragih, terkait laporan dugaan penistaan agama mayat wanita dimandikan petugas pria. Pemko Pematangsiantar tidak memberikan bantuan hukum terkait proses yang dijalani Ronald.

"Tugas dan fungsi Bagian Hukum memberikan bantuan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara dalam pelaksanaan tugas. Terkait ketentuan pidana, Bagian Hukum tidak berwenang karena tidak memiliki kartu advokat," kata Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemko Pematangsiantar, Herry Oktarizal, saat dimintai konfirmasi, Selasa (13/10/2020).

Herry mengatakan pihaknya bisa melakukan pendampingan jika diminta. Namun Herry mengatakan belum ada permintaan pendampingan dari Ronald terkait kasus ini.

"Tapi, bila diminta, Bagian Hukum hanya melaksanakan pendampingan saja dalam pemeriksaan oleh APH. Terkait pemeriksaan kepada Pak Ronald selaku eks Plt RSUD dr Djasamen Saragih, tidak ada permintaan dari yang bersangkutan," jelasnya.

Kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Ronald ini berawal saat jenazah pasien Corona wanita dimandikan oleh petugas pria. Suami pasien yang meninggal itu mengadu ke MUI Pematangsiantar.

"Iya. Itulah, mereka laki-laki. Karena suaminya nggak terima, menyampaikan ke kita, itulah semalam kita panggil rumah sakitnya ke kantor MUI," kata Ketua MUI Kota Pematangsiantar Muhammad Ali Lubis, Kamis (24/9).

MUI mempertanyakan alasan pihak RSUD menggunakan petugas pria untuk memandikan jenazah wanita. Ali mengatakan pihak RS beralasan tidak ada petugas wanita untuk memandikan jenazah di RS itu.

Dia menyebut hal itu tak sesuai dengan tata cara memandikan jenazah dalam hukum Islam. Ali juga mengatakan dua di antara empat petugas pria itu adalah nonmuslim.

"Ada yang tidak Islam," kata Ali saat dimintai konfirmasi, Senin (5/10).

Ronald kemudian dicopot dari jabatan Plt Direktur RSUD Djasamen Saragih. Proses pergantian dilakukan oleh BKD Pematangsiantar atas perintah Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah.

"Masih proses, sesuai info dari BKD," kata Kabag Humas Pemko Pematangsiantar Mardiana.

Selain itu, keluarga pasien wanita tersebut melaporkan pihak RS ke polisi. Laporan itu terkait dugaan penistaan agama.

"Yang dilaporkan adanya penistaan agama," kata Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binangga Siregar saat dimintai konfirmasi, Kamis (8/10).

(haf/haf)