Epidemiolog Sarankan 2 Hal agar Tak Ada Klaster Corona Libur Panjang

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 08:19 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Iwan Ariawan, mengingatkan potensi penularan Corona saat libur panjang. Iwan menyarankan warga untuk tetap tinggal di rumah selama libur panjang untuk mencegah penularan COVID-19.

Iwan menyebut peningkatan kasus Corona biasanya terjadi 2 minggu setelah libur panjang. Dia mengatakan peningkatan kasus terjadi karena adanya pergerakan manusia.

"Setelah libur panjang biasanya diikuti dengan peningkatan kasus COVID-19 dalam kurun waktu 2 minggu setelah liburan tersebut. Peningkatan kasus terjadi karena peningkatan pergerakan penduduk selama liburan tersebut," kata Iwan kepada wartawan, Senin (12/10/2020).

Iwan mengatakan pergerakan penduduk akan mempengaruhi penularan Corona apabila tidak disertai penerapan protokol kesehatan. Dengan demikian, kasus positif akan meningkat.

"Peningkatan pergerakan penduduk tanpa disertai penerapan protokol kesehatan yang baik akan meningkatkan kasus COVID-19," katanya.

Ada dua hal yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus. Iwan menyarankan agar libur dilakukan di rumah serta menerapkan protokol kesehatan saat ke luar rumah.

"Supaya peningkatan kasus tidak terjadi, satu meskipun libur panjang, jangan ke luar rumah jika tidak sangat perlu. Dua, taati selalu protokol kesehatan jika terpaksa harus ke luar rumah," tutur Iwan.

Selanjutnya
Halaman
1 2