Jokowi Wanti-wanti Potensi Klaster Baru COVID-19 dari Libur Panjang

Tim detikcom - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 12:06 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: Muchlis Jr-Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo, mengungkapkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas laporan perkembangan penanganan COVID-19 di Indonesia. Dalam rapat tersebut, Jokowi mewanti-wanti soal potensi timbulnya klaster baru COVID-19 saat masa libur panjang.

"Bapak Presiden selalu mementingkan pentingnya data bagi kita semua dalam membuat kebijakan, termasuk juga bapa presiden mengingatkan tentang libur panjang yang berpotensi menimbulkan klaster untuk... klaster baru," kata Doni dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Kabinet, Senin (12/10/2020).

Kepala BNPB Doni MonardoDoni Monardo Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Untuk diketahui, pemerintah menambah cuti bersama maulid Nabi Muhammad SAW sehingga total libur menjadi 3 hari yaitu 28, 29 dan 30 Oktober 2020. Jokowi meminta jajarannya agar tidak ada penambahan kasus di masa libur panjang.

"Oleh karenanya bapak presiden tadi mengatakan beberapa waktu sebelum adanya waktu libur panjang harus ada mengingatkan sehingga kita semuanya bisa mengambil langkah-langkah yang tepat agar tidak terjadi tambahan kasus pada saat liburan," ujar Doni.

Selain itu, Jokowi juga menerima laporan menerima laporan mengenai hasil survei persepsi masyarakat mengenai kemungkinan tertular COVID-19. Sejauh ini disebutkan masih ada 17 persen masyarakat yang merasa tidak mungkin dan sangat tidak mungkin tertular virus itu.

"Tadi kami juga melaporkan kepada Bapak Presiden tentang adanya 17 persen masyarakat yang masih menganggap tidak mungkin dan sangat tidak mungkin untuk terpapar Covid," kata Doni.

Doni pun mengatakan Jokowi meminta agar kampanye perubahan perilaku dalam menghadapi pandemi ini terus ditegakkan. Sebab, angka yang disebutkannya tadi masih tergolong tinggi.

"Nah ini tentu angka yang sangat besar dan tadi Bapak Presiden juga menekankan berulangkali tentang pentingnya perubahan perilaku," ucap Doni.

"Kalau kita lihat data-data di seluruh provinsi ternyata Maluku berada pada posisi yang pertama," imbuhnya.

(knv/fjp)