Jejak Ferdinand Hutahaean: Jubir Timses Prabowo hingga Keluar Demokrat

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 07:05 WIB
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean
Foto: Ferdinand Hutahaean (dok. pribadi)
Jakarta -

Ferdinand Hutahaean belakang ini namanya kembali mencuat ke publik. Rupa-rupanya, Ferdinand menyatakan keluar dari Partai Demokrat (PD) gegara perbedaan pandangan terkait omnibus law UU Cipta Kerja. Lalu, bagaimana sepak terjangnya di perpolitikan Indonesia?

Ferdinand Hutahaean dikabarkan mundur dari Demokrat, Minggu (11/10/2020). Dia mengatakan sudah tak sejalan dengan partai berlambang mercy itu.

"Sudah tak sejalan," kata Ferdinand.

Ferdinand mengungkapkan ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi pengunduran dirinya. Di antaranya, perbedaan prinsip dan cara pandang terkait isu-isu nasional.

"Perbedaan prinsip dan perbedaan cara pandang terkait isu-isu nasional antara saya dan pengurus lainnya adalah alasan utama," ujarnya.

Cara pandangan Demokrat menyikapi UU Cipta Kerja juga menjadi pemicu. Ferdinand pun memilih mundur ketimbang harus berkonflik dengan lingkup internal partai.

"Terakhir kemarin cara pandang terhadap UU Ciptaker yang sangat mendasar bagi saya semakin menguatkan pilihan saya untuk mundur. Daripada jadi konflik di internal, lebih saya pergi dengan keyakinan prinsip politik saya bahwa kepentingan bangsa jauh di atas segalanya, termasuk di atas kepentingan politik kelompok. Maka saya bersikap untuk pergi dan mundur," papar dia.

Partai Demokrat telah menerima surat pengunduran diri Ferdinand hari ini. Sebelum mundur, Ferdinand menjabat Kepala Biro Energi & Sumber Daya Mineral, Departemen VII.

"Partai Demokrat telah menerima surat pengunduran diri Saudara Ferdinand Hutahaean, Kepala Biro Energi & Sumber Daya Mineral, Departemen VII DPP Partai Demokrat tanggal 12 Oktober 2020," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat Ossy Dermawan kepada wartawan, Senin (12/10/2020).

Dalam surat tersebut, Ferdinand menyatakan pengunduran diri sebagai pengurus dan kader Partai Demokrat. Partai Demokrat melanjutkan surat pengunduran diri itu ke proses administrasi.

"Dalam surat tersebut, Saudara Ferdinand Hutahaean menyatakan mengundurkan diri sebagai pengurus dan sekaligus sebagai kader Partai Demokrat. Dengan telah diterimanya surat pengunduran diri ini, maka kami melanjutkan dengan proses administrasi sesuai dengan mekanisme yang berlaku di internal Partai Demokrat," papar Ossy.

Berikut jejak perpolitikan Ferdinand Hutahaean:

Selanjutnya
Halaman
1 2