Terima Surat Mundur Ferdinand Hutahean, PD: Terima Kasih Pengabdian 4 Tahun

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 12:15 WIB
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean
Ferdinand Hutahaean bersama Ketum Partai Demokrat AHY (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Partai Demokrat (PD) telah menerima surat pengunduran diri Ferdinand Hutahaean. Surat pengunduran eks Kepala Biro Energi & Sumber Daya Mineral, Departemen VII DPP Partai Demokrat itu diterima hari ini.

"Partai Demokrat telah menerima surat pengunduran diri Saudara Ferdinand Hutahaean, Kepala Biro Energi & Sumber Daya Mineral, Departemen VII DPP Partai Demokrat tanggal 12 Oktober 2020," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat Ossy Dermawan kepada wartawan, Senin (12/10/2020).

Ossy mengungkapkan, dalam surat tersebut Ferdinand menyatakan pengunduran diri sebagai pengurus dan kader Partai Demokrat. Partai Demokrat, kata dia, melanjutkan surat pengunduran diri itu ke proses administrasi.

"Dalam surat tersebut, Saudara Ferdinand Hutahaean menyatakan mengundurkan diri sebagai pengurus dan sekaligus sebagai kader Partai Demokrat. Dengan telah diterimanya surat pengunduran diri ini, maka kami melanjutkan dengan proses administrasi sesuai dengan mekanisme yang berlaku di internal Partai Demokrat," papar dia.

Partai Demokrat pun berterima kasih atas pengabdian Ferdinand Hutahaean selama ini. Kesuksesan Ferdinand di tempat lainnya juga turut didoakan.

"Partai Demokrat mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan kebersamaannya selama lebih kurang 4 tahun ini. Semoga Saudara Ferdinand Hutahaean sukses menjalani aktivitasnya di medan pengabdian yang baru untuk nusa dan bangsa," kata Ferdinand.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean mengundurkan diri dari Partai Demokrat. Ferdinand mengaku mundur lantaran tidak lagi sejalan dengan partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

Ferdinand mengungkapkan cara pandang terhadap UU Cipta Kerja juga menjadi pemicu pengunduran dirinya. Dia pun memilih mundur ketimbang harus berkonflik dengan lingkup internal partai.

"Terakhir kemarin cara pandang terhadap UU Ciptaker yang sangat mendasar bagi saya semakin menguatkan pilihan saya untuk mundur. Daripada jadi konflik di internal, lebih saya pergi dengan keyakinan prinsip politik saya bahwa kepentingan bangsa jauh di atas segalanya, termasuk di atas kepentingan politik kelompok. Maka saya bersikap untuk pergi dan mundur," kata Ferdinand kepada wartawan, Minggu (11/10). (mae/tor)