Round-up

Muncul Spanduk Tudingan ke KAMI Tunggangi Ricuhnya Aksi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 05:50 WIB
Spanduk KAMI Terbukti Tunggangi Aksi Demo Buruh & Pelajar di Jl Medan Merdeka Barat
Spanduk 'KAMI Terbukti Tunggangi Aksi Demo Buruh & Pelajar' di Jl Medan Merdeka Barat. (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)

"Salah satu dari suara moral itu adalah menolak UU Omnibus Law Ciptaker. Maka KAMI mendukung gerakan kaum buruh, mahasiswa dan pelajar, serta elemen-elemen lain yang menuntut pembatalan UU tersebut. KAMI akan senantiasa mendukung gerakan yang sejalan dengan pikiran KAMI, dengan tidak perlu menunggangi atau ditunggangi. Kalimat bahwa KAMI menunggangi Aksi Demo Buruh, Mahasiswa dan Pelajar adalah taktik agar massa buruh, mahasiswa dan pelajar tidak turun beraksi," sambungnya.

Gerakan penolakan terhadap omnibus law UU Cipta Kerja itu sudah dinyatakan oleh organisasi Serikat Pekerja dan elemen lain. KAMI menyatakan dukungannya atas aksi-aksi tersebut.

"KAMI secara kelembagaan tidak ikut dalam aksi, tapi memberi kebebasan kepada pendukung KAMI sebagai rakyat warga negara untuk mengemukakan pendapat dan aspirasinya, tentu dengan pesan agar tidak terjebak ke dalam provokasi melakukan anarkisme," tuturnya.

Ahmad Yani juga menegaskan bahwa aksi pembakaran Halte TransJakarta dan sejumlah fasilitas lainnya pada aksi Kamis (8/10) lalu, bukan dilakukan oleh kelompok KAMI, juga bukan kelompok buruh maupun mahasiswa.

Lebih jauh, Ahmad Yani mengatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk membungkam gerakan KAMI. Meski begitu, Ahmad Yani menegaskan, hal itu tidak membuat KAMI berhenti bersuara.

"Cara mendiskreditkan kaum kritis terhadap pemerintah dengan melakukan anarkisme adalah cara lama untuk membungkam gerakan itu. Gerakan moral KAMI tidak akan terhenti dengan cara-cara seperti itu. KAMI boleh jadi akan memutuskan ikut bergabung dalam gerakan rakyat/umat, atau bahkan memimpinnya (seperti banyak permintaan), jika kezaliman, ketakaburan, dan ketidakadilan merajalela," tandas Ahmad Yani.


(mei/mei)