Round-Up

6 Fakta Kantor ESDM Dirusak oleh Tersangka Anak-anak

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 05:29 WIB
Kantor Kementerian ESDM dirusak pendemo tolak UU Cipta Kerja.
Massa aksi penolakan omnibus law UU Cipta Kerja merusak dan menjarah di Kementerian ESDM. Ilman/detikcom
Jakarta -

Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral (ESDM) di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, menjadi salah satu korban aksi anarkis massa demo penolakan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja. Massa merusak kaca-kaca dan sejumlah fasilitas di kantor ESDM hingga melakukan penjarahan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, pihak ESDM mencatat setidaknya ada enam mobil serta kaca bangunan lobi dan musala yang rusak akibat serangan massa pada Kamis 8 Oktober 2020.

"Sementara kita masih identifikasi, tapi yang jelas kaca-kaca di gedung depan dan belakang pecah, hingga kaca di musala kita. Termasuk masjid dilempari ya. Kita turut prihatin. Semoga nggak kejadian lagi," kata Kepala Biro Komunikasi Kementerian ESDM Agung Pribadi ketika dihubungi wartawan, Jumat (9/10/2020).

Selama 3 hari penyelidikan, Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kompol Handik Zusen, AKP Ressa F Marasabessy dan AKP Rulian Syauri, berhasil menangkap para pelaku. Total ada 10 pelaku yang ditangkap polisi, 8 di antaranya berusia anak-anak.

"Dilakukan teknis oleh penyidik dan mengungkap, kita temukan di tanggal 11 Oktober tersangka 10 orang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/10/2020).

Dalam jumpa pers tersebut, polisi hanya menampilkan 2 orang tersangka. 8 Orang tersangka lainnya tidak dipamerkan, karena masih berusia anak-anak.

"Kita tampilkan dua (pelaku), karena 8 lainnya di bawah umur tidak bisa kita tampilkan siang ini," imbuh Argo.

Berikut 6 fakta terkait perusakan di kantor ESDM tersebut: (baca di halaman berikutnya)

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4