Round-Up

Sembap Dosen Makassar Diduga Jadi Korban Salah Tangkap

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 05:08 WIB
Kampus UMI Makassar
Kampus UMI Makassar (Foto: Hermawan M-detikcom)
Jakarta -

Peristiwa nahas menimpa Aan Mamontoh. Dosen dari Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) itu babak belur diduga dipukul dan menjadi korban salah tangkap saat demo ricuh di Makassar.

Hal itu terungkap setelah pihak kampus melaporkan seorang dosen yang menjadi korban salah tangkap polisi. Aan ditangkap saat unjuk rasa penolakan omnibus law.

"Prinsipnya ada kekerasan yang dilakukan terhadap dosen atas tindakan kepolisian yang berlebihan," kata Warek III UMI Prof La Ode Husen kepada detikcom, Senin (12/10/2020).

Demo tolak omnibus law memang berujung ricuh di Kota Makassar pada Kamis (8/10). Kericuhan yang awalnya pecah di depan kantor DPRD Sulsel berlanjut di flyover, depan Universitas Bosowa, UMI, hingga depan kantor Gubernur Sulsel.

Prof La Ode mengatakan Aan jadi korban salah tangkap saat ia menghindar ke sekitar kampus UMI lantaran terpapar gas air mata polisi. Pada saat yang sama, polisi yang menyisir sekitar kampus ikut mengamankan Aan.

"Dia kan tidak bergabung peserta unjuk rasa. Hanya ada gas air mata dia harus menghindar dan pada saat itu ada penyisiran di dekat kampus," terang La Ode.

La Ode mengatakan pihak UMI mengecam lantaran salah tangkap tersebut disertai aksi pemukulan.

"Kemudian ada pemukulan sehingga babak belur, memar, lebam-lebam di seluruh tubuhnya kan," kata dia.

Selain mengecam, La Ode mengaku prihatin lantaran kekerasan seperti yang menimpa Aan masih saja terjadi.

"Sehingga saya merasa prihatin gitu kan atas tindakan itu. Olehnya itu, ini dari pihak Propam untuk menindaklanjuti supaya diberikan sanksi," katanya.

Sementara itu, korban Aan Mamontoh hingga saat ini masih diperiksa di Polrestabes Makassar.

"Insyaallah akan saya hubungi setelah dari Polres," kata Aan saat dihubungi terpisah.

Selanjutnya
Halaman
1 2