Jadi Korban Salah Tangkap, Dosen UMI Makassar Babak Belur Diduga Dipukul

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 11:59 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Foto Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Makassar -

Aan Mamontoh, dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, menjadi korban salah tangkap saat demo penolakan omnibus law. Menurut Wakil Rektor (Warek) III UMI Prof La Ode Husen, Aan sampai babak belur diduga dipukul.

"Ada pemukulan sehingga babak belur, memar, lebam-lebam di seluruh tubuhnya," ujar La Ode kepada detikcom, Senin (12/10/2020).

La Ode mengungkapkan Aan menjadi korban salah tangkap polisi saat demo penolakan omnibus law di Makassar pada Kamis (8/10) lalu. Aan bukan merupakan peserta aksi, melainkan berusaha menyelamatkan diri di sekitar kampus UMI.

"Dia kan tidak bergabung peserta unjuk rasa. Hanya ada gas air mata dia harus menghindar dan pada saat itu ada penyisiran di dekat kampus," terang La Ode.

Sementara itu, korban Aan Mamontoh hingga saat ini masih diperiksa di Polrestabes Makassar.

"Insyaallah akan saya hubungi setelah dari Polres," kata Aan saat dihubungi terpisah.

Simak juga video 'Seorang Anak Jadi Korban Salah Tangkap, Begini Penjelasan Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)