UMI Makassar Laporkan Ada Dosen Jadi Korban Salah Tangkap di Demo Omnibus Law

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 11:09 WIB
Kampus UMI Makassar
Kampus UMI Makassar (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Wakil Rektor (Warek) III Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Prof La Ode Husen melaporkan seorang dosen dari Fakultas Hukum UMI Aan Mamontoh jadi korban salah tangkap polisi. Aan ditangkap saat unjuk rasa penolakan omnibus law.

"Prinsipnya ada kekerasan yang dilakukan terhadap dosen atas tindakan kepolisian yang berlebihan," kata Warek III UMI Prof La Ode Husen kepada detikcom, Senin (12/10/2020).

Demo omnibus law memang berujung ricuh di Kota Makassar pada Kamis (8/10). Kericuhan yang awalnya pecah di depan kantor DPRD Sulsel berlanjut di flyover, depan Universitas Bosowa, UMI, hingga depan kantor Gubernur Sulsel.

Prof La Ode mengatakan Aan jadi korban salah tangkap saat ia menghindar ke sekitar kampus UMI lantaran terpapar gas air mata polisi. Pada saat yang sama, polisi yang menyisir sekitar kampus ikut mengamankan Aan.

"Dia kan tidak bergabung peserta unjuk rasa. Hanya ada gas air mata dia harus menghindar dan pada saat itu ada penyisiran di dekat kampus," terang La Ode.

La Ode mengatakan pihak UMI mengecam lantaran salah tangkap tersebut disertai aksi pemukulan.

"Kemudian ada pemukulan sehingga babak belur, memar, lebam-lebam di seluruh tubuhnya kan," kata dia.

Selain mengecam, La Ode mengaku prihatin lantaran kekerasan seperti yang menimpa Aan masih saja terjadi.

"Sehingga saya merasa prihatin gitu kan atas tindakan itu. Olehnya itu, ini dari pihak Propam untuk menindaklanjuti supaya diberikan sanksi," katanya.

Sementara itu, korban Aan Mamontoh saat ini telah berada di Polrestabes Makassar. Dia mengaku belum bisa memberikan komentar.

"Insyaallah akan saya hubungi setelah dari Polres," kata Aan saat dihubungi terpisah.

(nvl/nvl)