Round Up

6 Fakta Residivis Pembunuh Bocah yang Cegah Ibu Diperkosa

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 22:36 WIB
Ilustrasi garis polisi dilarang melintas
Ilustrasi garis polisi (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Catatan hitam pria sadis S (46) yang membunuh bocah berusia 9 tahun R di Aceh Timur, Aceh gegara membela ibunya DA (28) yang hendak diperkosa terbongkar. Residivis ini ternyata telah mengintai DA.

Peristiwa pembunuhan ini berawal saat R bersama ibunya sedang berada di rumah mereka pada Jumat 9 Oktober 2020. Suami korban sedang tidak ada di rumah.

Tiba-tiba, pelaku berinsial S menyelinap ke rumah korban dan mencoba memperkosa korban. Aksi itu dipergoki R sehingga bocah tersebut mencegahnya.

Dengan keji, pelaku membacok R lalu memperkosa korban. Usai kejadian, pelaku melarikan diri dan membawa kabur R yang terluka.

Setelah dicari polisi dibantu BPBD serta masyarakat setempat, S akhirnya dibekuk di hutan pada Minggu (11/10/2020) pukul 09.00 WIB.

Ketika ditangkap, S yang memegang samurai terus melawan hingga ditembak kakinya oleh polisi.

Saat S ditangkap, bocah R tidak ditemukan bersamanya. S pun tutup mulut soal keberadaan bocah malang itu.

Hingga akhirnya, pencarian membuahkan hasil. Namun sayangnya R ditemukan saat sudah tidak bernyawa. Jasad R ditemukan di sungai. Ada sejumlah luka bacok, sayatan serta tusukan pada tubuh korban.

Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Langsa untuk dilakukan visum. Hasilnya ditemukan sepuluh luka bacok, sayatan dan tusukan pada tubuh korban.

S kini menjalani pemeriksaan dan diproses hukum. Polisi pun menemukan sejumlah fakta-fakta.

Berikut 5 fakta residivis pembunuh bocah yang cegah ibu diperkosa:

Intai Korban Sejak Keluar Bui

Pelaku, S, yang diduga memperkosa DA (28) dan membunuh R (9) disebut sudah lama mengintai korban. Pelaku mengintai korban sejak keluar dari penjara beberapa bulan yang lalu.

"Pelaku S ini setiap hari dia berkebun. Akses ke kebun pelaku melewati rumah korban," kata Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo kepada detikcom, Senin (12/10/2020).

S mulai berkebun usai keluar dari penjara LP Tanjung Gusta, Sumatera Utara. Dia bebas karena mendapat asimilasi setelah 15 tahun di bui. S lalu pulang ke kampung halamannya di Aceh Timur.

Menurut Arief, pelaku sudah mengetahui situasi dan kondisi rumah korban sehingga timbul niat jahat. Pada Jumat (9/10) malam, S diduga masuk ke rumah korban dengan mencongkel pintu.

"Dia sudah sering melihat korban (DA) sehingga ada niat jahatnya (untuk memperkosa DA). Dia melihat ada kesempatan karena di rumahnya hanya ada dua korban, maka pelaku masuk ke rumah korban," jelas Arief.

Baru Bebas dari 15 Tahun Penjara

S baru bebas dari penjara usai menjalani hukuman belasan tahun.
"Pelaku baru dapat asimilasi kemarin itu," kata Kapolsek Bireum Bayeun Iptu Eko Hardianto kepada detikcom Senin (12/10/2020).

Asimilasi itu didapat S beberapa bulan lalu. S sudah menjalani hukuman selama 15 tahun.

"Dia sudah menjalani hukuman 15 tahun," kata Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo saat dihubungi terpisah.

Arief menjelaskan, kasus pelaku S sebelumnya itu juga pembunuhan.

Selanjutnya
Halaman
1 2