4 Hari Kampung Terisolir Longsor, Warga Mamasa Mulai Krisis Pangan

Abdy Febriady - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 20:29 WIB
Tiga dusun di Mamasa terisolir akibat longsor. Ratusan warga mulai kehabisan bahan pangan (Abdy Febriady/detikcom)
Foto: Tiga dusun di Mamasa terisolir akibat longsor. Ratusan warga mulai kehabisan bahan pangan (Abdy Febriady/detikcom)
Mamasa -

Ratusan warga pada tiga dusun di Desa Rippung, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), yang terisolir akibat longsor terancam kelaparan karena krisis pangan.

Sudah empat hari, kampung mereka terisolir akibat puluhan titik longsor yang menutup akses jalan. Kondisi ini membuat warga setempat kesulitan meninggalkan kampung untuk mencari bahan makanan.

"Sejak hari Kamis mulai (longsor), tidak ada akses jalan lain, kendaraan tidak bisa keluar, harus jalan kaki jauh. Longsoran ada banyak," kata salah seorang warga, Ika, Senin (12/10/2020).

Sejumlah warga yang terdampak longsor mengaku memanfaatkan tanaman ubi kayu (singkong), untuk menyiasati persediaan bahan makanan di rumah yang mulai menipis. Kendati berat, warga mengaku, tanaman ubi kayu yang berada di sekitar pemukiman, menjadi tumpuan utama untuk mengisi perut kosong dari rasa lapar.

Tiga dusun di Mamasa terisolir akibat longsor. Ratusan warga mulai kehabisan bahan pangan (Abdy Febriady/detikcom)(Abdy Febriady/detikcom)

"Sejak longsor, rata-rata warga di sini memanfaatkan tanaman ubi kayu sebagai pengganti nasi karena beras kurang. Itupun sudah terbatas, karena ubi sedikit, kita harus bagi-bagi," kata warga lainnya, Selvi, kepada wartawan di rumahnya.

Selvi mengaku, bencana banjir dan tanah longsor membuat kondisi hidup warga di daerah ini semakin sulit, dia berharap segera mendapat bantuan dari pemerintah. "Banyak kesulitan, kebutuhan sehari-hari, sawah terbawa banjir, kebun juga demikian," ungkapnya menghela nafas.

Terkait kondisi yang dialami warganya, Wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda mengungkapkan, pihaknya telah memerintahkan Dinas Sosial Kabupaten Mamasa, untuk segera mengirimkan bantuan, " Kadis Sosial sudah lakukan pendataan, saya suruh balik, mudah-mudahan sebentar sore, paling lambat besok bantuan sudah masuk ", imbuh Martinus, saat memantau lokasi bencana, didampingi pejabat Mamasa lainnya.

Tiga dusun di Mamasa terisolir akibat longsor. Ratusan warga mulai kehabisan bahan pangan (Abdy Febriady/detikcom)Warga mengandalkan singkong sebagai pangan alternatif (Abdy Febriady/detikcom)

Diakui Martinus, saat ini pemerintah telah melakukan langkah penanganan awal, untuk membantu warga, " Pada saat ini yang kita lakukan penanganan darurat, berupa pembersihan longsoran sambil kita melakukan pendataan, areal persawahan yang terdampak banjir dan juga pendataan jumlah kepala keluarga yang terdampak bencana ini ", pungkasnya.

Berdasarkan pantauan, bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi Kamis (08/10) lalu, tidak hanya melumpuhkan akses jalan tiga dusun, diantaranya Dusun Malluaya, Dusun Rattedonan dan Dusun Talmin, tetapi juga mengakibatkan puluhan hektar areal persawahan warga yang siap panen hancur, akibat terjangan banjir bercampur material lumpur.

Tanah longsor turut menumbangkan sejumlah tiang listrik, memutus aliran listrik pada tiga dusun yang terisolir.

(jbr/jbr)