Demo Tolak Omnibus Law di Ambon Berujung Ricuh, 2 Mahasiswa Diamankan

Muslimin Abbas - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 19:23 WIB
Demo tolak Omnibus Law di Ambon berujung ricuh. Dua mahasiswa diamankan polisi (Muslimin Abbas/detikcom)
Demo menolak omnibus law di Ambon berujung ricuh. Dua mahasiswa diamankan polisi. (Muslimin Abbas/detikcom)
Ambon -

Aksi unjuk rasa menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja di depan kampus Universitas Pattimura (Unpatti), Kota Ambon, berakhir bentrok. Mahasiswa dan warga serta polisi terlibat saling lempar batu.

Terkait peristiwa ini, 2 mahasiswa diamankan polisi. Pantauan detikcom, aksi baku lempar batu tersebut berawal saat mahasiswa menarik pembatas jalan.

Lalu, di perempatan jalan Jembatan Merah Putih, mahasiswa yang menarik pembatas jalan langsung diamankan polisi. Tiba-tiba ada pelemparan batu.

Demo tolak Omnibus Law di Ambon berujung ricuh. Dua mahasiswa diamankan polisi (Muslimin Abbas/detikcom)Foto: Muslimin Abbas/detikcom

Aksi baku lempar antara mahasiswa dan warga sekitar kampus Unpatti pun terjadi. Kejadian ini berlangsung sekitar 2 jam.

Dengan menggunakan mobil water cannon, polisi berusaha memukul mundur mahasiswa untuk masuk ke dalam kampus, namun aksi pelemparan batu masih terjadi. Akhirnya polisi menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa dan dalam kampus.

Demo tolak Omnibus Law di Ambon berujung ricuh. Dua mahasiswa diamankan polisi (Muslimin Abbas/detikcom)Kapolda Maluku Irjen Buharudiin Djafar (Muslimin Abbas/detikcom)

Kapolda Maluku Irjen Buharudiin Djafar mengimbau warga agar menghentikan aksi pelemparan batu. Polisi juga memberikan peringatan kepada warga ataupun mahasiswa dengan menggunakan mobil untuk menghentikan aksi baku lempar baku, namun lempar batu pun berlanjut.

Dalam kejadian bentrokan tersebut, polisi menangkap dua mahasiswa. Hingga malam ini, situasi mulai perlahan-lahan kondusif. Dan saat terjadinya bentrokan polisi menutup akses jalan di Jembatan Merah Putih.

(jbr/jbr)