Pemerintah Terbitkan Protokol Kesehatan Keluarga Cegah Corona

Tim detikcom - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 17:05 WIB
dr Reisa Broto Asrmoro
Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Pemerintah mengeluarkan protokol kesehatan keluarga selama masa pandemi virus Corona (COVID-19). Tindakan ini dilakukan untuk mencegah klaster keluarga.

"Jumat lalu KPPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), dan Kementerian Kesehatan, dan juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, telah menyusun keputusan bersama tentang protokol kesehatan keluarga pada masa pandemi. Keputusan ini berdasarkan arahan presiden Joko Widodo, September lalu," ucap jubur Satgas Penanganan COVID-19, Reisa Broto Asmoro, dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (12/10/2020).

Ada empat hal yang diatur dalam protokol kesehatan keluarga. Hal pertama adalah tentang protokol kesehatan secara umum. Seperti kampanye 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

"Pertama protokol kesehatan keluarga secara umum, seperti cara memakai masker dengan benar, atau melindungi anggota keluarga yang memiliki risiko tertular tinggi," ucapnya.

Kemudian, protokol itu memberikan pemahaman saat ada keluarga yang positif COVID-19. Apa saja tindakan yang penting dilakukan.

"Kedua, protokol kesehatan ketika ada keluarga terpapar, siapa yang dihubungi, dan bagaimana proses karantina atau isolasi mandirinya," katanya.

Ada juga soal tindakan saat ada kita masuk ke dalam rumah. Jangan sampai, kita membawa virus dari luar ke dalam rumah.

"Ketiga, protokol kesehatan keluarga ketika beraktifitas di luar rumah. Ini penting, cara membersihkan diri sebelum berinteraksi dengan keluarga di rumah memastikan kita tidak membawa virus masuk ke dalam rumah melalui pakaian dan barang bawaan kita," ujarnya.

Terakhir, soal tindakan yang harus dilakukan jika ada orang di lingkungan permukiman yang tertular. Termasuk pemahaman agar tidak memberikan stigma negatif kepada pasien COVID.

"Keempat, protokol kesehatan di lingkungan sekitar ketika ada warga yang terpapar. Bagaimana tanggung jawab sosial, mulai menjaga lingkungan, sampai tidak memberikan stigma negatif kepada tenaga yang positif, mereka justru yang haru dibantu," katanya.

Reisa lalu menyampaikan pandangan dari Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo soal klaster keluarga. Keluarga menjadi tempat rawan bagi virus Corona untuk menyebar.

"Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo menyatakan klaster keluarga sulit dihindari, karena terkait klaster lain, klaster kantor, pasar yang potensi ketemu di keluarga," katanya.

"Penularan orang terdekat berdampak fatal terutama keluarga yang sudah lanjut usia dan memiliki penyakit menyerta," katanya.

Tonton video 'Jubir Pemerintah: Berita Gembira, Kasus Aktif COVID-19 Menurun':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)