Bang Cuek Penghina Nabi Muhammad Divonis 1 Tahun Penjara

Haris Fadhil - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 08:56 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi palu hakim. (Ari Saputra/detikcom)
Simalungun -

Pria asal Simalungun, Gernal Lundu Nainggolan alias Bang Cuek, divonis 1 tahun penjara. Dia dinyatakan bersalah melakukan ujaran kebencian terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Gernal Lundu Nainggolan alias Gernal alias Bang Cuek oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun," demikian putusan majelis hakim seperti dilihat dari SIPP PN Simalungun, Senin (12/10/2020).

Majelis hakim menilai Gernal bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian pada kelompok tertentu berdasarkan agama. Dia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 45 A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Menetapkan terdakwa tetap ditahan," ucap hakim.

Putusan ini sendiri lebih rendah daripada tuntutan jaksa. Dalam surat tuntutannya, jaksa menuntut agar Gernal dihukum 1,5 tahun penjara.

Sebelumnya, kasus ini berawal pada Kamis (14/5) malam. Gernal diduga menulis kalimat hinaan tentang Nabi Muhammad hingga Habib Bahar di akun Facebook-nya.

Status Gernal itu dilihat saksi bernama Saprudin Purba yang kemudian membuat laporan ke polisi. Saprudin melapor mewakili Aliansi Masyarakat Antipenistaan Agama Islam Kabupaten Simalungun.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Gernal kemudian ditangkap berdasarkan laporan nomor LP/42/V/2020/SU/Simal-Dagang pada Kamis (21/5).

Dia sempat dibawa ke kantor Camat Perdagangan untuk dimintai klarifikasi. Gernal disebut mengakui perbuatannya.

"Telah dilakukan klarifikasi atas posting-an penistaan agama tersebut di kantor Camat Perdagangan dan diakui oleh terlapor," ucap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (22/5).

Setelah itu, Gernal ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat pasal ujaran kebencian berdasarkan SARA.

(haf/haf)