Catatan BMKG soal La Nina dan Waspada Puncak Musim Hujan Tak Seragam

Wilda Nufus - detikNews
Minggu, 11 Okt 2020 16:28 WIB
BMKG menyatakan wilayah Indonesia saat ini memasuki masa pancaroba. Awan gelap pun tampak menyelimuti langit Kota Jakarta hari ini.
ilustrasi hujan (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut curah hujan tinggi yang terjadi di Indonesia akibat dari fenomena anomali iklim La Nina. Curah hujan diprediksi meningkat sekitar 40 persen.

"Dari catatan historis, La Nina ini di wilayah Indonesia terdampak umumnya mencapai 40 persen dari curah hujan normalnya bahkan di beberapa wilayah lebih dari 40 persen. Hal inilah yang harus diwaspadai secara dini," kata Kepala BMKG Dwi Korita Karnawati dalam video konferensi, Minggu (11/10/2020).

La Nina adalah peristiwa turunnya suhu air laut di Samudera Pasifik di bawah suhu rata rata sekitarnya. Dampak La Nina adalah meningkatnya curah hujan di wilayah Pasifik Ekuatorial Barat, di mana Indonesia termasuk di dalamnya.

Dwi mengatakan intensitas hujan tinggi akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia pada September sampai November mendatang. Namun, hal itu tidak terjadi di sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatera.

"Jadi zona yang akan mengalami peningkatan curah hujan sampai 40 persen bahkan lebih itu hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera dan sebagian Kalimantan itu pada bulan September, Oktober, November," ujarnya.

Dwi menuturkan, pada Desember sampai Februari 2021, intensitas hujan tinggi akan bergeser ke wilayah Indonesia bagian tengah dan utara. Untuk itu, Dwi meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mewaspadai terkait dampak akibat peningkatan curah hujan tersebut.

"Kemudian di bulan Desember sampai Januari, Februari, itu di sebelah peta kiri bawah terlihat segitiga yang besar-besar itu adalah di wilayah Indonesia tengah dan utara itu, dari Desember sampai Februari," ucap Dwi.

"Jadi mohon bapak-bapak BPBD mohon diwaspadai wilayah-wilayah, provinsi-provinsi tersebut yang akan mengalami dampak peningkatan curah hujan yang dapat mengalami 40 persen sekali lagi ini peta untuk paparan infografis," imbuhnya.

Dwi mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi di akun media sosial resmi milik BMKG. Masyarakat juga bisa mendownload aplikasi BMKG yang telah tersedia di playstore.

Diketahui sebelumnya, BMKG memperkirakan beberapa wilayah di Indonesia akan memasuki musim hujan awal Oktober ini. BMKG meminta agar pemerintah terkait untuk memperhatikan tata pengelolaan air untuk mencegah terjadinya banjir.

Deputi Bidang Klimatologi, BMKG, Herizal dalam keterangannya Sabtu (3/10) menjelaskan fenomena iklim di Indonesia pada akhir September. Herizal kemudian menjelaskan episode dinginnya daerah pasifik atau La Nina yang sedang berkembang.

"Hingga akhir September 2020, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan bahwa anomali iklim La Nina sedang berkembang. Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir dengan nilai anomali telah melewati angka -0.5°C, yang menjadi ambang batas kategori La Nina. Perkembangan nilai anomali suhu muka laut di wilayah tersebut masing-masing adalah -0.6°C pada bulan Agustus, dan -0.9°C pada bulan September 2020," kata Herizal.

Tonton juga 'Panduan Kesiapsiagaan dan Evakuasi Hadapi Bencana di Tengah Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]

(isa/isa)