PPP: Orasi Pancasalah Sasa Bukan Pelanggaran Hukum

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 11 Okt 2020 09:12 WIB
Arsul Sani
Sekjen PPP Arsul Sani (Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom)
Jakarta -

Mahasiswi Universitas Hasanuddin bernama Sasa berorasi menyebut 'pancasalah' saat demo penolakan UU Cipta Kerja. PPP menilai hal itu sebagai bentuk ekspresi ketidaksetujuannya terhadap UU Cipta Kerja, bukan pelanggaran hukum.

"Sebagai anggota Komisi Hukum DPR RI, saya melihat ekspresi mahasiswi tersebut sebagai bentuk ketidaksetujuan terhadap UU Ciptaker yang bukan merupakan pelanggaran hukum yang bisa atau perlu dipidanakan," kata anggota Komisi III DPR F-PPP, Arsul Sani, ketika dihubungi, Sabtu (10/10/2020).

Arsul juga menilai semua orang bebas mengeluarkan segala bentuk ekspresi. Selama tidak melakukan kegiatan anarkis atau kekerasan, menurutnya, tidak perlu digiring ke proses hukum atau pidana.

"Buat saya itu masih termasuk dalam ruang kebebasan berekspresi yang tidak melanggar hukum sepanjang tidak diikuti dengan ajakan yang bersifat anarkis atau melakukan tindak kekerasan," ujarnya.

"Jadi hal-hal yang tidak merupakan wujud anarkisme atau tindak kekerasan yang nggak usah digiring-giring supaya menjadi perbuatan pidana yang diproses hukum," lanjut Arsul.

Meski begitu, Sekjen PPP ini mengingatkan agar tetap berhati-hati dalam mengeluarkan ekspresi. Jangan sampai apa yang dilakukannya berbuntut pada proses hukum.

"Tapi ya kita perlu menasehatkan juga kepada dia agar jangan juga berekspresi yang membuka peluang kepada pihak lain atau penegak hukum untuk membidik dia ke dalam proses hukum," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2