Round-Up

Pembelaan dan Kritikan ke Sasa soal Orasi Pancasalah

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2020 21:31 WIB
Sasa, mahasiswa Unhas yang viral karena orasi ganti Pancasila
Sasa, mahasiswi Unhas, saat berorasi (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Mahasiswi Universitas Hasanuddin bernama Sasa berorasi menyebut pancasalah. Aksinya menuai pembelaan dan kritikan.

Aksinya mencuat seiring demonstrasi penolakan terhadap omnibus UU Cipta Kerja. Video pendek orasi Sasa viral. Dia terlihat berdiri, memegang megafon, dengan rokok terselip di sela jemari kiri.

"Negara kita yang katanya negara Pancasila sekarang menjadi negara pancasalah, 1 ketuhanan yang maha hormat, 2 kemanusiaan yang adil bagi para birokrat, 3 persatuan para investor, 4 kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat penindasan dalam permusyawaratan diktatorian, 5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat kelas atas," kata Sasa dalam orasinya yang disambut tepukan tangan massa aksi.

Sasa menyatakan orasi pancasalah itu bukan merupakan aksi melecehkan atau mengganti ideologi Pancasila. Sasa menjelaskan dirinya cuma seorang mahasiswi sehingga tak mungkin punya kekuatan mengubah ideologi negara. Orasi itu adalah kritik terhadap kenyataan politik yang centang perenang di matanya.

"Pancasalah adalah kritikan kepada pemerintah, oligarki, dan segelintir penguasa yang mengubah marwah Pancasila," kata Sasa kepada detikcom, Sabtu (10/10/2020).

Kritik balik datang dari lembaga yang mengurusi ideologi negara ini, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

"Hal seperti ini kurang etis," kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo kepada detikcom.

Selanjutnya
Halaman
1 2