Azan Magrib Berkumandang, Mahasiswa di Palopo Setop Demo-Salat dengan Aparat

Muhammad Riyas - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2020 18:48 WIB
Mahasiswa di Palopo menghentikan demonstrasi untuk salat magrib berjamaan dengan aparat TNI-Polri
Mahasiswa di Palopo menghentikan demonstrasi untuk salat Magrib berjemaah dengan aparat TNI-Polri. (Muhammad Riyas/detikcom)
Palopo -

Mahasiswa di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih menggelar demonstrasi tolak omnibus law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Saat azan Magrib berkumandang, pendemo dengan aparat TNI-Polri menunaikan salat bersama.

"Aliansi Peduli Indonesia Kota Palopo, yang terdiri atas beberapa organisasi kemahasiswaan, kepemudaan, lembaga masyarakat, dan buruh, dengan keras menolak omnibus law dan mosi tidak percaya terhadap DPR. Hari ini kembali turun ke jalan menggelar mimbar bebas penyampaian aspirasi," ucap jenderal lapangan Aliansi Pemuda Indonesia Kota Palopo Muhaimin Ilyas di kantor Wali Kota Palopo setelah menunaikan salat Magrib berjemaah, Sabtu (10/10/2020).

Kegiatan demonstrasi berlangsung sejak pukul 16.00 Wita. Selain mahasiswa, massa buruh turut melakukan unjuk rasa.

Pantauan detikcom, di tengah orasi mahasiswa, Bripka Gunawan selaku polisi santri mengingatkan waktu salat Magrib tiba dan mengajak pendemo salat berjemaah. Mahasiswa setuju dan menunaikan salat yang diimami Bripka Gunawan.

Seusai salat, orasi kembali diserukan. Mahasiswa meneriakkan penolakan terhadap omnibus law UU Cipta Kerja. Mereka juga menyerukan mosi tidak percaya terhadap DPR.

Sebelumnya, demonstrasi tolak omnibus law UU Cipta Kerja juga digelar mahasiswa di Palopo, Kamis (8/10). Aksi demo berakhir ricuh.

"Jadi ada empat kendaraan roda dua. Saat ini masih kita identifikasi terkait dengan pemilik motor tersebut, satu di antaranya motor dinas," kata Kapolres Palopo AKBP Alfian Nurnas, Kamis (8/10/2020).

Aksi di depan gedung DPRD Palopo ini awalnya berlangsung damai. Namun tiba-tiba berubah jadi ricuh. Aksi lemparan batu dibalas dengan tembakan gas air mata dan semprotan dari kendaraan taktis water cannon aparat. Akibatnya, bentrokan tak bisa terhindarkan.

Simak juga video 'TNI Tegaskan Tak Cari Popularitas Saat Demo Omnibus Law':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)