Round-Up

Geger Potongan Ucapan Benny Harman di Video Dukung UU Cipta Kerja

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 06:17 WIB
Wakil ketua Komisi III DPR Benny K Harman saat memimpin Pansus RUU Pemilu
Anggota DPR Fraksi Demokrat Benny K Harman (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Potongan video anggota DPR Fraksi Partai Demokrat (PD) Benny Kabur Harman beredar seolah-olah mendukung omnibus law UU Cipta Kerja. Potongan video itu berlawanan dengan sikap penolakan Demokrat terhadap UU Cipta Kerja hingga merasa terzalimi.

Dirangkum detikcom, video yang beredar tersebut memberi keterangan bahwa Benny K Harman menyatakan dukungannya terhadap RUU Cipta Kerja pada rapat di sebuah hotel di Tangerang, Senin, 28 September 2020. Video itu menampilkan potongan pernyataan Benny K Harman soal RUU Cipta Kerja.

"Saya... eh... ingin menyampaikan yang pertama sekali, eh... dukungan dan eh... pernyataan kami terhadap eh... kesungguhan pemerintah untuk memperbaiki khususnya ekosistem investasi, perbaikan demokrasi, meningkatkan pelayanan penegakan hukum, keadilan, komitmen terhadap lingkungan hidup dan juga ketahanan bangsa yang kami cermati menjadi spiritualitas utama rancangan UU Cipta Kerja ini," kata Benny K Harman dalam video tersebut, seperti dilihat detikcom, Kamis (8/10/2020).

Benny saat itu berbicara mewakili Partai Demokrat. Benny K Harman mengaku melihat kesungguhan pemerintah terkait RUU Cipta Kerja.

Saat dimintai konfirmasi, anggota DPR yang mendapat julukan 'macan parlemen' dari Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu membenarkan isi video dan tanggalnya. Namun dia menegaskan video itu dipotong dan menyatakan kalimatnya sebagai sindiran. Benny menyebut video yang beredar tersebut dipotong dan disesatkan.

"Ya, tapi ada sambungannya. Khusus untuk klaster itu. Itu video disesatkan, tidak utuh. Yang utuh itu kan pembukaan. Yang saya omong itu apa? Mendukung niat baik pemerintah, ya kan?" ujar Benny K Harman saat dihubungi, Kamis (8/10).

"Terakhirnya kan 'khusus untuk klaster tenaga kerja, Partai Demokrat meminta dikeluarkan'. Yang kedua, saya minta 'supaya putusan ini akan kami bawa di rapat tingkat I dan di rapat tingkat II', berarti putusan di rapat paripurna, itu catat, harus tahu itu, substansinya itu," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2