Anggota Ngamuk Pecahkan Gelas Saat Rapat, Ini Kata Ketua DPRD Konsel

Sitti Harlina - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 00:24 WIB
Video Ketua Komisi III DPRD Konawe Selatan, Herman Pambahako mengaku saat rapat Banmus viral.
Foto: Video Ketua Komisi III DPRD Konawe Selatan, Herman Pambahako mengaku saat rapat Banmus viral. (Istimewa)
Kendari -

Ketua DPRD Konawe Selatan (Konsel) Irham Kalenggo memberikan penjelasan terkait video viral Ketua Komisi III DPRD Konsel, Herman Pambahako, berdebat hingga memecahkan gelas. Dia mengatakan tak ada permasalahan pribadi dalam peristiwa tersebut.

"Kita ndak ada masalah, kita kan bukan bertengkar secara pribadi kalau dalam ruangan itu kita rapat ada tensi sedikit itu biasa itu, ndak ada masalah saya," kata Irham kepada detikcom, Kamis (8/10/2020).

Diakuinya saat ini antara dirinya dan Herman tidak ada masalah. Hanya saja ia juga menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh rekan legislatifnya itu.

"Tidaklah (tidak tersinggung) hanya sebagai pimpinan itu saya sayangkan, karena idealnya sebagai anggota dewan harus menyampaikan pikiran dengan bijak. Menurut saya tensi boleh naik tapi kan tetap dalam kendali pikiran-pikiran yang rasional tapi pada prinsipnya semua sudah selesai tidak ada masalah," bebernya.

Irham juga meluruskan bahwa ia tidak mengusir Herman secara sengaja. Dia mengatakan tindakan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan tata tertib dalam rapat. Sebagai pimpinan rapat, ia yang menjalankan lalu lintas rapat.

"Bukan diusir, dia interupsi saya. Lagi menjawab pertanyaan teman-teman anggota dewan. Idealnya interupsi itu apabila komentar saya tidak sesuai dengan pertanyaan teman-teman tetapi interupsinya itu justru menambah pertanyaan dan mengulas yang lain sehingga saya katakan kalau itu interupsimu bukan interupsi itu tapi bertanya," katanya.

Sayangnya, saat dirinya menyampaikan hal tersebut tidak diterima oleh Herman. Sebab, menurutnya, Herman juga memiliki kesempatan yang sama untuk bicara, apalagi sudah dipersilakan oleh pimpinan rapat.

"Benar saya kasihkan kesempatan tapi sekarang kesempatan itu ditahan dulu, saya jawab dulu ini, iyakan tapi dia ngotot terus saya bilang Pak Herman, saya pimpinan rapat, iya betul tapi saya (Herman) punya hak saya bilang betul Anda punya hak tetapi yang memberikan kesempatan bicara adalah saya," ujarnya.

"Saya ingatkan lah tata tertib rapat itu anda boleh bicara kalau saya izinkan dan tiga kali berturut-turut saya ingatkan anda tidak mendengar maka saya berhak menyuruh Anda keluar, itu benar dan di tata tertib ada karena dia ngotot terus saya bilang Anda harus keluar, kenapa suruh saya keluar, karena Anda tidak mau diatur," jelasnya.

Lalu, Irham juga memberikan tanggapan terkait Perda RTRW yang disampaikan Herman dalam interupsi itu. Menurutnya, tanda tangan yang dibubuhkan olehnya bukanlah hasil akhir, tetapi masih ada pendapat akhir fraksi.

"Perda ini kan harus dievaluasi di gubernur nah andaikan pada saat pandangan umum ada yang menolak maka tidak mungkin saya mau tanda tangan dan ini bukan persetujuan akhir, masih ada lagi pendapat akhir, makanya saya kasih tahu mereka kalau Anda menolak tunggu mi pendapat akhir fraksi baru tolak rame-rame, selesai. Jadi kemarin itu bukan akhir dari segalanya menurut saya makanya saya bilang ini hanya persoalan pandangan perbedaan persepsi saja," pungkasnya.

(jbr/jbr)