Kronologi Demo di Sekitar Istana yang Berujung Ricuh

ADVERTISEMENT

Kronologi Demo di Sekitar Istana yang Berujung Ricuh

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 16:35 WIB
Demo Omnibus Law di Harmoni
Demo Omnibus Law di Harmoni (Luqman/detikcom)

12.32 WIB

Massa mahasiswa mulai memadati kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaja, Jakarta Pusat (Jakpus). Para mahasiswa ini membawa spanduk yang bertuliskan tentang penolakan omnibus law.

Massa mahasiswa ini bergerak sedikit ke arah Jalan Merdeka Barat. Sesekali, orator dengan pengeras suara berorasi dan meminta agar omnibus law UU Cipta Kerja dibatalkan. Polisi tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi.

"Apa fungsi kita sebagai agent of change? Maksud kita di sini adalah menolak omnibus law!" ujar orator.

13.30 WIB

Massa di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, terus melempari polisi dengan botol. Selain itu, sebagian demonstran mencoret-coret dinding ruko yang berada di sekitar lokasi demo.

Delapan demonstran tampak naik ke atap ruko. Mereka menuliskan hinaan kepada DPR pada dinding ruko tersebut.

Sementara itu, polisi bertameng terus berjaga-jaga menghalau massa bergerak ke arah Istana. Ada beberapa lapis penjagaan dari polisi dan TNI.

14.19 WIB

Kericuhan di kawasan Patung Kuda pecah. Massa awalnya melempari petugas dengan botol. Namun kemudian sebagian massa melempari polisi dengan batu.

Satu polisi sudah mengimbau massa tidak bertindak anarkistis. Namun massa tidak mengindahkan.

Terlihat juga massa melemparkan molotov ke arah polisi. Kawat berduri pun dijebol massa.

Mobil water canon mencoba memadamkan api dan menghalau massa. Massa mundur setelah ada tembakan gas air mata.

14.25 WIB

Pos polisi di Bundaran Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, dirusak massa. Massa langsung merangsek masuk ke pos polisi yang menempel di simpang Monas tersebut.

Beberapa orang merusak pos polisi. Kaca pos polisi pun dipecahkan oleh massa.

Tak hanya itu, spanduk yang dibakar pun sempat diletakkan di dalam pos polisi. Selain pos polisi, massa membakar tempat sampah dan road barrier.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT