Video Benny Harman soal Omnibus Law Dipotong, Demokrat Merasa Dizalimi

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 14:00 WIB
Fraksi Partai Demokrat walk out dari sidang paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja
Benny K Harman memimpin Fraksi Demokrat walk out dari sidang paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja. (Nur Azizah/detikcom)
Jakarta -

Video anggota Fraksi Partai Demokrat (PD) DPR Benny Kabur Harman dipotong sehingga mengesankan mendukung omnibus law UU Cipta Kerja. Demokrat pun merasa dizalimi.

"Ini penzaliman terhadap Pak Benny," ujar anggota Badan Legislasi (Baleg) dari F-PD Herman Khaeron kepada detikcom, Kamis (8/10/2020).

Video beredar yang dipotong itu menampilkan Benny K Harman yang menyebut memberi dukungan kepada pemerintah terkait UU Cipta Kerja yang saat itu belum disahkan. Momen tersebut diambil dalam rapat Panitia Kerja (Panja) RUU Cipta Kerja para 28 September lalu.

"Video itu tidak utuh dan dipotong-potong, sehingga substansi pernyataan Pak Benny menjadi dipelintir," ucap Herman.

Anggota Komisi VI DPR ini menegaskan Demokrat sejak awal menolak RUU Cipta Kerja karena dinilai tidak ada urgensinya, mengingat dibahas dan disahkan saat pandemi virus Corona (COVID-19). Selain itu, kata Herman, Demokrat merasa substansi pada UU Cipta Kerja masih banyak masalah.

"Secara substansi juga masih banyak masalah dengan berbagai entitas masyarakat, sehingga harus dielaborasi dan didalami secara saksama, dan tidak perlu terburu-buru untuk diputuskan," tuturnya.

Fraksi Demokrat menolak keras pengesahan UU Cipta Kerja pada sidang paripurna DPR, Senin (5/10) lalu. Benny K Harman bahkan memimpin anggota Fraksi PD walk out dari sidang paripurna karena merasa aspirasi mereka tidak didengarkan.

Aksi Fraksi Demokrat yang dipimpin Benny itu menuai simpati masyarakat. Herman pun menganggap ada yang hendak menjatuhkan Demokrat dengan menyebarkan potongan video Benny K Harman yang dipotong.

"Saya kira demikian, saya sendiri memiliki video utuhnya," ujar Herman.

Politikus Partai DemokratHerman Khaeron (Lamhot Aritonang/detikcom)

Hal senada disampaikan anggota Fraksi PD lainnya, Didi Irawadi. Ia menyebut ada pihak-pihak yang hendak menyesatkan publik dengan menyebarkan video tersebut.

"Itu dipotong dan tidak lengkap. Sengaja supaya membuat publik tersesat," kata Didi Irawadi, terpisah.

Sebelumnya sebuah video yang menampilkan Benny K Harman berbicara soal RUU Cipta Kerja beredar. Video yang beredar tersebut memberi keterangan bahwa Benny K Harman menyatakan dukungannya terhadap RUU Cipta Kerja pada rapat di sebuah hotel di Tangerang, Senin, 28 September 2020.

"Saya... eh... ingin menyampaikan yang pertama sekali, eh... dukungan dan eh... pernyataan kami terhadap eh... kesungguhan pemerintah untuk memperbaiki khususnya ekosistem investasi, perbaikan demokrasi, meningkatkan pelayanan penegakan hukum, keadilan, komitmen terhadap lingkungan hidup dan juga ketahanan bangsa yang kami cermati menjadi spiritualitas utama rancangan UU Cipta Kerja ini," kata Benny K Harman dalam video tersebut.

Benny saat itu berbicara mewakili Partai Demokrat. Benny K Harman mengaku melihat kesungguhan pemerintah terkait RUU Cipta Kerja--kini telah menjadi UU.

"Jadi kami mewakili Partai Demokrat mendukung sepenuhnya. Kami mengamati ada banyak hal yang luar biasa yang kami anggap sebagai bentuk kesungguhan pemerintah," ucap Benny.

Benny K Harman, yang disebut sebagai macan parlemen oleh Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono, sudah angkat bicara soal videonya yang beredar. Ia menegaskan video itu dipotong dan disesatkan.

"Dipotong, mereka nggak baca. Ya biar saja mereka motong. Iya nolak (RUU Cipta Kerja). Itu mereka sesatkan, biasalah...," ungkap Benny K Harman, saat dimintai konfirmasi.

Mengenai pernyataan dirinya soal dukungan kepada pemerintah, Benny menyebut itu merupakan bentuk sarkasme yang dilontarkannya. Ia juga menantang siapa pun yang memotong video itu untuk memuat utuh video pernyataan dirinya sehingga substansi pernyataan tidak menjadi sesat.

"Harus ngomong gitu dong, yang baik ke pemerintah, kerja keras pemerintah. Ya sindir, sinisme, kan. Sindir. Tapi dipotong aja. Coba aja mereka muat utuh," tantang Benny.

(elz/tor)