Mahasiswa Akan Demo Istana, Epidemiolog Ingatkan Risiko COVID-19

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 08:31 WIB
Ribuan buruh di Kota Bandung, Jawa Barat, laukukan demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Bandung di Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Selasa (6/10/2020). Aksi ini dilakukan dalam rangka menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang dianggap bakal merugikan buruh.
Foto ilustrasi, tidak berhubungan langsung dengan berita. (Wisma Putra/detikcom)
Jakarta -

Di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jakarta, mahasiswa berencana menggelar demonstrasi di sekitar Istana Merdeka, Jakarta. Epidemiolog mengingatkan risiko COVID-19.

"Setiap kerumunan berpotensi meningkatkan kasus," kata epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, kepada detikcom, Kamis (8/10/2020).

Dia berkaca dari aksi Black Lives Matter di Amerika Serikat (AS). Menurutnya, aksi itu sempat turut meningkatkan angka penyebaran COVID-19 di Negeri Paman Sam. Indonesia harus belajar dari sejarah itu.

"Di AS pandeminya tidak terkendali. Sudah ada analisis bahwa itu (demo) membantu peningkatan kasus yang semakin serius," kata Pandu.

Solusi

Supaya demonstrasi tidak berlangsung atau setidaknya tidak berlangsung semakin berlarut-larut, solusi terbaik menurut Pandu adalah penuhi saja tuntutan mahasiswa. Namun solusi praktisnya adalah membagikan masker.

"Polisi perlu melindungi anak-anak ini, jangan dipukuli, jangan melakukan kekerasan terhadap anak-anak. Bagikan masker bagi yang belum punya masker," kata Pandu.

Simak video 'Tolak UU Ciptaker Berlanjut, Buruh Konvoi di Berbagai Daerah':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2