Warga Nduga yang Ditembak KKB Egianus Kogoya Meninggal di RS

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 17:56 WIB
A shot is fired by Canadas Zina Kocher as she competes in the Womens Biathlon 4x6 km Relay at the Laura Cross-Country Ski and Biathlon Center during the Sochi Winter Olympics on February 21, 2014, in Rosa Khutor, near Sochi.  AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEV        (Photo credit should read KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images)
Ilustrasi penembakan (Foto: AFP)
Jakarta -

Yulius Wetipo (34), warga sipil korban penembakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kenyam, Nduga, Papua, meninggal dunia. Yulius menghembuskan nafas terakhir saat dirawat di RS Charitas Timika.

Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, mengatakan Yulius yang berasal dari suku Wamena adalah seorang karyawan PT Dolarosa. Yulius jadi korban penembakan KKSB pada Selasa (6/10) sekitar pukul 07.14 WIT.

Dia mengalami luka tembak di pinggang kiri tembus ke pinggang kanan saat hendak menuju lapangan di daerah Pasar Baru Kenyam. Kematian Yulius Wetipo menambah panjang korban masyarakat sipil akibat kekejaman KKSB.

"Saat ini mereka secara terorganisir melakukan serangan brutal dimana-mana terhadap aparat dan warga masyarakat guna mencari perhatian dan mendapatkan bahan pembuatan berita bohong yang menyudutkan Pemerintah, TNI dan Polri," kata Kolonel Suriastiwa dalam keterangannya, Rabu (7/10/2020).

Korban kemudian diantar ke Puskesmas Pasar Baru Kenyam untuk mendapatkan penanganan medis sambil menunggu evakuasi ke Timika untuk perawatan lebih lanjut.

Setelah mendapat penanganan pertama dari Puskesmas Kenyam, pukul 11.19 WIT korban dibawa ke Bandara Kenyam untuk dievakuasi ke Timika. Pada pukul 11.00, Yulius Wetipo dievakuasi dengan pesawat Airfast PK-OCJ ke Timika untuk dirawat di RS Charitas Timika.

Saat dievakuasi ke Timika korban didampingi oleh tiga orang karyawan PT Dolarosa di antaranya Sandi, Niko dan Salvar serta satu orang Petugas Kesehatan Kabupaten Nduga Yulianti.

Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kol Czi IGN Suriastawa dalam keterangan tertulis mengkonfirmasi kejadian tersebut. Suriastawa mengatakan kejadian ini menegaskan KKSB tidak mempedulikan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan pemerintah yang sedang bekerja dalam menyelidiki kasus penembakan di Intan Jaya.

Suriastawa juga membenarkan bahwa kemarin juga telah terjadi gangguan tembakan ke kantor Kodim Persiapan Kabupaten Intan Jaya, namun tidak ada korban.

Dia menekankan personel TNI di pos Pasar Baru Kenyam tidak ada yang membalas tembakan sehingga dipastikan bahwa korban Yulius terkena tembakan kelompok KKSB yang diperkirakan kelompok Egianus Kagoya.

(jbr/idh)