Dalton Tanonaka Sering Siaran di YouTube, Kok Bisa 2 Tahun Jadi Buron?

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 13:23 WIB
Stok Ilustrasi Kejagung
Dokumentasi Kejagung (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut Dalton Ichiro Tanonaka berstatus buron selama 2 tahun terakhir. Padahal terpidana kasus penipuan itu sering muncul ke publik melalui siaran dari kanal YouTube.

"Yang bersangkutan sering melakukan kegiatan di YouTube. Kalau itu live, barangkali mudah ditangkap yang bersangkutan. Tapi, ketika itu rekaman atau tapping, maka tentu akan sedikit kesulitan," ucap Hari Setiyono selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2020).

Dalton ditangkap tengah malam tadi di salah satu apartemen di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Dalton, yang merupakan mantan pembaca berita di Metro TV, terjerat perkara penipuan saat menjabat Direktur Utama PT Melia Media International.

Kasus itu terjadi pada 2014. Dalton awalnya dihukum 2,5 tahun penjara di pengadilan tingkat pertama, tetapi lolos dari jerat hukum saat mengajukan banding. Jaksa lantas mengupayakan kasasi ke Mahkamah Agung (MA), yang menghukum Dalton dengan 3 tahun penjara.

Putusan kasasi dari MA itu diketuk pada 2018. Setelahnya, Dalton disebut jaksa melarikan diri hingga akhirnya ditangkap tengah malam tadi.

"Dalam pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana yang berada di luar tahanan, tentu ada beberapa kesulitan tim eksekutor. Karena yang bersangkutan adalah WN asing, kami selalu berupaya mencari yang bersangkutan. Oleh karena itu, kami juga sudah memasukkan yang bersangkutan dalam daftar pencarian orang (DPO)," tutur Hari.

"Alamat yang dimiliki yang bersangkutan tentu akan dilacak oleh jaksa eksekutor. Beberapa kali dilakukan pelacakan, yang bersangkutan selalu berpindah-pindah," imbuh Hari mengenai kesulitan menangkap Dalton.

Dalton pun kini dieksekusi ke lapas. Dia akan menjalani hukuman selama 3 tahun penjara karena terbukti melakukan penipuan investasi dengan nilai kerugian USD 500 ribu atau Rp 7 miliar lebih.

Kejagung Tangkap Eks Pembaca Berita Dalton Ichiro Tanonaka:

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/dhn)