Round-Up

Seumur Jagung Isu PKI Lebur PDIP yang Dilempar Ahmad Dhani

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 06:32 WIB
Musisi sekaligus Politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani
Foto: Ismail
Jakarta -

Wasekjen Partai Gerindra Ahmad Dhani membuat geger karena bicara soal bahaya laten komunis dan sejarah peleburan PKI ke PDIP. Tak lama, Ahmad Dhani langsung meminta maaf jika penyataannya itu menyinggung kader PDIP.

Awalnya, Ahmad Dhani menyampaikan pesan pesan untuk TNI yang tengah memperingati hari jadi ke-75. Ahmad Dhani meminta TNI fokus kepada bahaya laten komunis.

"Bahaya laten itu komunis (PKI) karena ada dalam TAP MPRS No 25 tahun 1966. HTI-FPI-DI TII tidak ada di dalam Tap MPR. Jadi fokus saja pada perintah TAP MPRS No 25 tahun 1966," kata Ahmad Dhani dalam keterangannya, Senin (5/10/2020).

Ahmad Dhani menegaskan tak ada HTI hingga DI-TII di tiga partai politik Indonesia terbesar saat ini. Menurutnya, orang yang teriak waspada HTI hingga DI-TII terkesan norak.

"Saya bisa pastikan tidak ada HTI-FPI-DI TII di Partai Gerindra, Golkar apalagi PDIP. Jadi 3 partai besar ini aman tersusupi dari 3 unsur tersebut. Malah jadi norak jika ada yang teriak-teriak waspada HTI-FPI Atau DI-TII (pesan kepada netizen) wong 3 partai ini yang menjadi penentu arah kebijakan negara," ucah Dhani.

"Apalagi kok takut sama PKS? Tidak rasional," imbuh dia.

Kemudian Ahmad Dhani juga bicara soal NEO PKI. Ahmad Dhani bicara soal sejarah PKI yang menurutnya melebur ke partai.

"Sebaliknya, mengapa masyarakat takut ada NEO PKI? Karena masyarakat tahunya PKI dulu melebur ke PDIP dan rakyat tahu PDIP memimpin koalisi Jokowi-Ma'ruf. Apalagi rakyat juga sudah tahu soal Pancasila mau diganti Trisila bahkan Ekasila," sebut Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani berpesan agar TNI fokus atas bahaya laten komunis. Dhani menyebut TAP MPRS 25/1996 harus diterapkan.

Tak lama kemudian, Ahmad Dhani meminta maaf jika ada anggota PDIP yang marah. Ia mengaku hanya menyampaikan apa yang ada di benak masyarakat.

"Jadi saya minta maaf jika ada anggota PDIP yang marah. Karena saya hanya menyampaikan apa yang ada di benak masyarakat untuk menjadi koreksi bersama," kata Ahmad Dhani kepada wartawan, Senin (5/10/2020).

Ahmad Dhani juga berbicara soal invisible hand terkait PKI. Ahmad Dhani menyoroti pelajaran sejarah hingga nobar film G30S/PKI.

"Masyarakat berhak menduga ada invisible hand yang mencoba menghilangkan pelajaran sejarah G30S/PKI, tidak adanya gairah untuk nobar film G30S/PKI," sebut Dhani.

Simak video 'Awas Isu Komunis Sebagai Pengalihan Ancaman Radikalisme':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2