Benarkah PKI Melebur ke PDIP?

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 15:13 WIB
Massa DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur (Jaktim) melakukan longmarch dari Jalan Matraman Raya menuju Polres Jakarta Timur.
Gambar ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Ahmad Dhani menyebut PKI melebur ke PDI Perjuangan. Berdasarkan catatan sejarah, memang ada sejumlah partai yang melebur ke Partai Demokrasi Indonesia (PDI), cikal bakal PDIP. Partai apa saja itu?

Sejarawan Merle Calvin Ricklefs dalam buku 'Sejarah Indonesia Modern' menjelaskan sekilas soal sejarah PDI.

Di era Orde Baru, Golkar menjadi partai terkuat. Pada Pemilu 1971, Golkar meraup 62,8% suara, memenangkan 65,6% kursi parlemen. Nahdlatul Ulama (NU) menjadi partai dengan perolehan terbaik di antara partai-partai nonpemerintah, dengan raihan 18,7%. PNI yang menjadi partai terbesar di era Orde Lama pada saat itu hanya memperoleh 6,9%.

Namun pemerintah tidak melihat kemenangan pemilihan umum ini sebagai tanda bahwa kekuatan politik di Indonesia sudah bisa dikendalikan. Pemerintah ingin mengubur partai-partai lama.

"Pemerintah mendesak mereka untuk meleburkan diri ke dalam dua partai," tulis Ricklefs.

Pada Januari 1973, dibentuklah dua partai:
1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dibentuk dari partai-partai Islam, terutama dari NU dan Parmusi.
2. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dibentuk dari partai-partai non-Islam (Murba, PNI, Katolik, Kristen, dan IPKI).

Versi PDIP

Namun PDIP sendiri menjelaskan, dalam Piagam Perjuangannya, sejarah PDI sebenarnya lebih awal ketimbang Januari 1973.

Diakses detikcom dari situs PDIP, Senin (5/10/2020), Piagam Perjuangan menjelaskan bahwa sejarah PDI berawal dari tahun 1970. Fusi partai-partai kala itu bukan karena desakan pemerintah Orde Baru, namun karena cita-cita luhur mewujudkan Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, berkeadilan, berkemakmuran, berkeadaban, dan berketuhanan sebagaimana Pembukaan UUD 1945.

"Didorong oleh kesadaran akan tanggung jawab mewujudkan cita-cita luhur tersebut, serta guna memenuhi tuntutan perkembangan zaman yang ada," begitulah kalimat dalam Piagam Perjuangan yang menjelaskan soal latar belakang sejarah PDI.

Pada 9 Maret 1970, Kelompok Demokrasi Pembangunan dibentuk oleh lima partai, yakni:
1. Partai Nasional Indonesia (PNI)
2. Partai Kristen Indonesia (Parkindo)
3. Partai Katolik
4. Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI)
5. Musyawarah Rakyat Banyak (Murba).

Pada 28 Oktober 1971, kelima partai itu membuat pernyataan bersama.

Pada 10 Januari 1973, fusi partai terjadi. Lima partai itu menjadi satu berdasarkan Pancasila. Nama partai hasil fusi itu adalah Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

"Pada penutupan Kongres II PDI di Jakarta tanggal 17 Januari 1981 kelima partai yang berfusi tersebut menegaskan bahwa perwujudan fusi telah paripurna, serta menyatakan pengakhiran eksistensi masing-masing," demikian tulis PDIP dalam Piagam Perjuangan.

Simak video 'Awas Isu Komunis Sebagai Pengalihan Ancaman Radikalisme:

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2