Gedung DPR Tak Lockdown Meski Ada Anggota Positif Corona, Mengapa?

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 20:05 WIB
Paripurna pengesahan omnibus law RUU Cipta Kerja (Azizah/detikcom).
Rapat paripurna pengesahan omnibus law RUU Cipta Kerja. (Azizah/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengatakan gedung DPR tak di-lockdown meski ada anggota Dewan yang positif virus Corona. Pimpinan DPR beralasan anggota memasuki masa reses sehingga tak ada rapat di dalam gedung.

"Nggak ada (lockdown), sudah reses, otomatis nggak ada rapat," ujar Azis di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Menurut Azis, awalnya gedung DPR RI direncanakan untuk di-lockdown. Namun karena DPR sudah akan memasuki masa reses, akhirnya masa reses dan paripurna penutupan masa sidang dipercepat.

"Tadinya kita mau lockdown tapi kan karena situasi sudah mendekati ini akhirnya daripada tambah lagi akhirnya kita percepat (reses) disepakati atas usulan pimpinan-pimpinan fraksi," kata Azis.

"Dan kita reses karena situasi di DPR yang terkena positif COVID lumayan banyak. Hari ini saja ada 11 yang terindikasi positif COVID-19," imbuhnya.

Lebih lanjut, Azis mengungkapkan sudah ada 40 orang di DPR yang positif Corona. Namun, ia tidak memberikan rincian dari identitas orang-orang tersebut. Azis juga tidak menjelaskan apakah ke-40 orang itu anggota Dewan atau ada staf ataupun karyawan.

"(Sebanyak) 40 sekarang (yang positif)," ucapnya.

Diketahui, Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PDIP di Baleg DPR RI Sturman Panjaitan mengungkap penyebaran virus Corona (COVID-19) menjadi alasan rapat paripurna dimajukan hari ini dari jadwal yang seharusnya. Sturman bahkan menyebut DPR akan di-lockdown karena sejumlah anggota Dewan terpapar virus Corona.

"(Pertimbangan paripurna hari ini) Ini sekarang ini COVID. Di tempat saya kemarin di Baleg ada dua orang anggota itu TA-nya udah meninggal dua, meninggal dua. Sekarang tadi 18 orang yang di DPR ini anggota kena," kata Sturman usai rapat Bamus di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/10).

"Sebenarnya mau di-lockdown ini, di-lockdown," imbuhnya. (hel/imk)