Penculik Anak Berkebutuhan Khusus Ditangkap, Korban Lain Didalami Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 19:53 WIB
Polisi tangkap penculik anak berkebutuhan khusus di Kemayoran
Polisi Tangkap Pelaku Penculikan Anak Berkebutuhan Khusus. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polisi masih mendalami keterangan Praditya Bayu (39), pelaku penculikan yang mencabuli anak berkebutuhan khusus. Polisi kini tengah mendalami kemungkinan adanya korban lain dari tersangka.

"Kita masih dalami semua, karena apa ada kemungkinan korban-korban yang lain itu kita masih lakukan pemeriksaan kepada tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Menurut Yusri, pihaknya juga mengimbau bagi masyarakat yang pernah menjadi korban dari tersangka untuk segera membuat laporan di Polda Metro Jaya. Dia memastikan pihaknya akan mengusut tuntas laporan tersebut.

Dihubungi terpisah, pengacara keluarga korban, Fachria, menduga tersangka merupakan predator seksual yang mengincar anak-anak berkebutuhan khusus.

Dugaan itu didasari oleh temuan di media sosial pelaku yang mayoritas berasal dari anak-anak berkebutuhan khusus.

"Saya telusuri dari Facebook pelaku, pertemanan dia di dalam Facebook rata-rata anak berkebutuhan khusus. Makanya ini semakin kuat dugaan saya bahwa ini adalah predator spesialis ini. Kalau dibilang ya ini kejahatan luar biasa," jelas Fachria saat dihubungi detikcom.

Fachria menuturkan pihaknya juga sebelumnya pernah bertemu dengan remaja berkebutuhan khusus yang mengaku pernah diculik selama satu bulan oleh Bayu.

Hal tersebut semakin menguatkan jika Bayu merupakan predator seksual yang memang mengincar anak-anak berkebutuhan khusus.

"Pas tanggal 23 September itu kita dapat saksi yang dulunya dia korban dari si pelaku itu. Jadi saksi yang diduga korban itu memberikan keterangan di Polsek (Palmerah). Setelah saksi itu diperiksa ternyata dia pernah dibawa juga sama pelaku sampai 1 bulan lamanya. Dan kebetulan si korban yang pertama ini dia bisa baca, bisa tulis tapi dia berkebutuhan khusus juga sama kaya korban," terang Fachria.

Pelaku sendiri berhasil diamankan polisi di daerah Jombang, Jawa Timur pada Rabu (30/9). Sebelum ditangkap di Jombang, pelaku juga sempat membawa korban ke Sunter dan Boyolali.

Hasil pemeriksaan polisi juga mengungkapkan selama 23 hari menculik korban, pelaku mengaku melakukan aksi pencabulan sebanyak 14 kali.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dikenakan pasal berlapis mulai dari Pasal 76 di UU Nomor 35 tahun 2018 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 330 KUHP tentang Penculikan, dan Pasal 332 KUHP tentang Pencabulan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(mei/mei)