Penculik Anak di Kemayoran Tertangkap Usai Pelaku Jual Gerobak Bakso Bosnya

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 18:34 WIB
Polisi tangkap penculik anak berkebutuhan khusus di Kemayoran
Polsii menangkap penculik anak berkebutuhan khusus di Kemayoran. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap Praditya Bayu (39), pelaku penculikan yang juga mencabuli korbannya, seorang anak berkebutuhan khusus. Penangkapan pelaku tersebut bermula dari kasus penggelapan gerobak bakso yang pernah dilakukan tersangka.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak mengungkapkan kasus penggelapan gerobak bakso tersebut terjadi di daerah Boyolali. Saat itu pelaku, yang berjualan bakso, menjual gerobak milik bosnya sebagai modal pelarian dengan korban.

"Di Boyolali pada saat tersangka melakukan sewa gerobak bakso melakukan penggelapan. Sebelum berangkat ke Jombang dijual Rp 500 ribu," kata Calvijn di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Kasus tersebut kemudian viral di media sosial, khususnya di kalangan warga sekitar Boyolali. Pengusaha bakso yang gerobaknya dijual secara diam-diam oleh pelaku kemudian memperlihatkan gambar pelaku dan korban yang sempat terekam di CCTV.

Di saat bersamaan, pihak keluarga korban juga menyebarkan selebaran informasi hilangnya korban di media sosial. Calvijn mengatakan banyak masyarakat yang kemudian melihat kedua unggahan tersebut, dan menyadari kedua peristiwa tersebut saling berkaitan.

"Dua hal ini di media sosial ternyata melihat ada keterkaitan antara anak yang hilang dan keterkaitan dengan gerobak yang digelapkan. Tim kemudian melakukan pendalaman terkait informasi-informasi yang ada di lapangan dan di media sosial," papar Calvijn.

Pengejaran polisi kemudian membuahkan hasil. Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin Kompol Handik Zusen, AKP Rulian Syauri, AKP Tommy dan AKP Zteven Chang, mengamankan pelaku dan korban di sebuah kosan di Jombang, Jawa Timur pada Rabu (30/9).

Pelaku kini telah ditahan di rutan Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi korban sendiri saat ini menjadi perhatian utama aparat kepolisan.

Calvijn menyebutkan pihaknya akan berupaya maksimal untuk memulihkan kondisi psikis dan fisik dari korban.

"Kita lakukan pendekatan-pendekatan trauma healing terhadap anak sebagai korban dengan mengecek secara psikologis dengan tim psikolog yang ada di RS Polri Kramat Jati, dan pendampingan-pendampingan yang ada," pungkasnya.

(mei/mei)