Rapat Perdana, TGPF Ditarget 2 Pekan Ungkap Penembakan di Papua

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 17:17 WIB
Mahfud Pimpin Rapat TGPF Penambakan di Papua
Foto: Mahfud Pimpin Rapat TGPF Penambakan di Papua (dok. Kemko Polhukam)
Jakarta -

Menko Polhukam, Mahfud Md yang juga sebagai penanggung jawab tim pencari fakta (TGPF) untuk mengusut kasus penembakan di Intan Jaya, Papua memberikan tenggat waktu dua minggu kepada tim untuk bekerja. Mahfud berharap TGPF memperoleh kesimpulan atas kasus yang menewaskan 2 anggota TNI, satu orang warga sipil dan satu Pendeta ini dalam 14 hari.

"Hari ini adalah hari pertama kita rapat untuk segera mulai kerja karena waktu yang diberikan kepada tim ini hanya dua minggu," kata Mahfud dalam rapat yang digelar di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat yang disiarkan melalui YouTube Kemenko Polhukam, Senin (5/10/2020).

Mahfud mengatakan, tim akan mencari fakta serta data untuk mengungkap peristiwa penembakan ini. Kesimpulan dari investigasi akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan diumumkan kepada masyarakat.

"Kita akan segera untuk mencari fakta-fakta informasi, data dan sebagainya yang nanti akan dilaporkan kepada Menko dan Menko akan melapor kepada Presiden dan juga kepada masyarakat secara terbuka," katanya.

Mahfud ingin tim bergerak cepat dalam mencari informasi yang objektif dan mengungkap peristiwa ini. Dia menyebut tenggat waktu dua minggu dirasa cukup untuk mencari kesimpulan karena tim sudah memiliki data awal.

"Waktu dua minggu ini karena kita ingin cepat dan menurut kami objeknya itu tidak melebar-melebar amat. Nanti sudah bisa diinvestigasi siapa yang harus ditanya dan siapa yang harus didatangi, apa yang harus digali itu dalam dua minggu cukup. Karena ini bukan pro justitia, proses hukumnya berjalan sendiri itu bisa lama berbulan-bulan. Kalau ini kan ndak, mencari fakta-fakta lain di luar proses hukum," tutur Mahfud.

Simak video 'Gercep! TGPF Selidiki Insiden Penembakan di Intan Jaya':

[Gambas:Video 20detik]