Cerita Vanessa Angel Diberi Xanax oleh Eks Pengacara Usai Nangis di Sidang

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 15:59 WIB
Vanessa Angel memberikan keterangan dalam lanjutan sidang kepemilikan pil xanax di PN Jakbar. Vanessa mengaku mengkonsumsi pil xanax di sel tahanan di Surabaya.
Vanessa Angel saat menjalani persidangan perkara kepemilikan psikotropika. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Vanessa Angel buka-bukaan mengenai asal usul pil Xanax yang dikonsumsinya. Selain dari apotek, terdakwa kepemilikan psikotropika mengaku mendapatkan pil itu dari mantan pengacaranya bernama Abdul Malik.

Abdul Malik disebut Vanessa memberinya Xanax sewaktu menjalani proses persidangan kasus prostitusi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Seperti apa cerita Vanessa?

"Jadi saya waktu itu lagi nangis di persidangan, lagi stres mungkin karena menghadapi persidangan, terus nangis," ujar Vanessa menjawab pertanyaan hakim saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam lanjutan sidang kepemilikan pil Xanax di PN Jakbar, Jalan Letjend S Parman, Jakarta Barat, Senin (5/10/2020).

Saat itu Vanessa menyebut Abdul Malik menanyakan kondisinya. Lantas Vanessa mengaku mendapatkan pil Xanax itu dari Abdul Malik.

"Terus ditanya sama Pak Abdul Malik, 'kamu kenapa?' 'Saya belum tidur-tidur, saya stres, kepikiran masalah saya ini, kok nggak selesai-selesai'," kata Vanessa.

"Kata Pak (Abdul) Malik, 'kebetulan obat kita sama, pakai aja punya saya dulu'. Dia bilang dia sakit jantung (sehingga konsumsi pil Xanax)," imbuh Vanessa.

Vanessa pun menerima 6 butir dari Abdul Malik. Satu dari 6 butir itu sudah dikonsumsi Vanessa.

"Minumnya di dalam sel, di rutan," ujar Vanessa.

Dalam sidang ini, Vanessa Angel duduk sebagai terdakwa. Vanessa didakwa dalam kasus psikotropika oleh jaksa penuntut umum Kejari Jakarta Barat. Vanessa didakwa terkait kepemilikan 20 pil Xanax.

Polisi menyita 20 butir Xanax di kediaman Vanessa Angel. Sebanyak 15 butir ditemukan di kamar Vanessa, sedangkan 5 butir ditemukan di dalam tas yang berada di mobil.

Vanessa didakwa melanggar Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika juncto Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 49 Tahun 2018 tentang perubahan penggolongan psikotropika dalam lampiran UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

(isa/dhn)