Anggota DPR Optimistis UU Cipta Kerja Dorong Ekonomi Tumbuh 5% di 2021

Abu Ubaidillah - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 13:41 WIB
Rapat RUU Cipta Kerja DPR-Pemerintah
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, M. Sarmuji optimis pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan menemukan pendorongnya dan tumbuh lebih tinggi dengan segala kelebihan yang dimiliki UU Cipta Kerja.

"Jika pemerintah bisa segera mengoperasionalisasikan UU ini, insyaallah pertumbuhan ekonomi 5 persen pada tahun 2021 akan bisa tercapai dan akan tumbuh lebih tinggi lagi pada tahun-tahun selanjutnya," ujar Sarmuji dalam keterangannya, Senin (5/10/2020).

Sarmuji berpendapat selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia gagal tumbuh tinggi karena investasi Indonesia tumbuh datar-datar saja.

"Iklim investasi Indonesia kalah bersaing dengan negara lain. Jika investasi tidak masuk, kita kesulitan menggerakkan ekonomi karena dengan hanya mengandalkan modal APBN saja tidak bisa mencukupi kebutuhan pendanaan," ujar Sarmuji dalam keterangannya, Senin (5/10/2020).

Menurutnya pertumbuhan ekonomi yang moderat bisa menyebabkan Indonesia terjebak dalam middle income trap. Indonesia tidak bisa naik kelas hanya dengan pertumbuhan biasa saja, maka dari itu ia mengatakan butuh pendorong supaya bisa tumbuh lebih tinggi.

"Undang Undang Cipta Kerja mengatasi problem disharmoni peraturan perundangan, tumpang tindih kebijakan, ruwetnya birokrasi, ketidakpastian hukum dan segala hal yang selama ini dikeluhkan para pengusaha. Dengan mengatasi soal ini saja separuh urusan pengusaha bisa terselesaikan," paparnya.

Ia mengatakan dengan UU Cipta Kerja, tidak perlu lagi bertumpu pada konsumsi sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi, melainkan juga kepada investasi yang bisa menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.

"Jika konsumsi mendorong pertumbuhan dari sisi permintaan, investasi mendorong pertumbuhan dari sisi penyediaan. Pada gilirannya kita juga bisa mengurangi impor terutama pada barang substitusi. Ini menyelesaikan banyak soal termasuk soal neraca perdagangan yang hampir selalu tekor," pungkasnya.

(ega/ega)