BPBD: Puluhan Warga Sumbar Tersesat di Hutan Napak Tilas PRRI

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 12:23 WIB
Seluruh warga Limapuluh Kota, Sumbar yang tersesat di hutan ditemukan selamat.
Seluruh warga Limapuluh Kota, Sumbar, yang tersesat di hutan ditemukan selamat. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat (BPBD Sumbar) melaporkan semua warga Kabupaten Limapuluh Kota yang tersesat di hutan telah ditemukan. Korban telah dievakuasi.

"Tadi malam sudah ditemukan semua, 84 sudah ditemukan semua. Kalau tidak, tadi saya sudah turun pakai helikopter sama Kepala SAR. Kepala BPBD Agam bilang mereka sudah ditemukan semua. Tidak jadi pakai heli karena sudah ketemu semua, sudah dievakuasi semua," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur, saat dihubungi, Senin (5/10/2020).

Rumainur mengatakan para warga yang tersesat ditemukan dalam kondisi lemas dan ada yang kelaparan. Mereka ditemukan di hutan perbatasan Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Agam.

Dia mengatakan rombongan tersebut terdiri atas mahasiswa dan orang tua. Puluhan warga ini juga masuk ke hutan untuk melakukan survei destinasi wisata baru.

"Informasinya begitu, dari beberapa teman kita di lapangan. Selain melakukan napak tilas, mereka mencari tempat wisata baru. Kan beberapa daerah punya tempat wisata baru. Tapi mereka kurang persiapan, tidak ada yang ahli memakai kompas, tidak membawa radio," ujarnya.

Dia mengatakan puluhan warga tersebut bisa tersesat di hutan saat melakukan napak tilas untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Namun perjalanan yang dilakukan tanpa persiapan dan melibatkan ahli.

"Mereka melakukan kegiatan napak tilas dalam rangka Hari Kesaktian Pancasila. Jadi mereka saja, tidak melibatkan orang profesional. Dulu pernah juga mereka lakukan, setelah lama tidak, dilakukan lagi. Namanya hutan kan berubah," ujar Rumainur.

Hal senada dikatakan Kepala Pusdalops BNPB Sumbar Bambang Surya Putra. Puluhan warga masuk ke hutan untuk mengenang Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).

"Untuk mengenang lintasan perjuangan PRRI, napak tilas namanya," ujar Surya saat dihubungi terpisah.

Puluhan warga tersebut ditemukan dalam kondisi selamat di hutan atau Rimbo Suayan, Kabupaten Limapuluh Kota. Mereka dievakuasi Minggu (4/10) malam kemarin.

"Jam 23.30 WIB tadi malam seluruhnya sudah dievakuasi. Masih di wilayah hutan atau Rimbo Suayan, Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh kota," ujar Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira saat dihubungi detikcom, Senin (5/10).

Sebelumnya, BPBD Agam mengatakan sebanyak 91 warga Kabupaten Limapuluh Kota yang sedang melakukan survei lokasi wisata tersesat di hutan Kabupaten Agam. Dari 91 warga, awalnya 14 orang yang ditemukan.

Kalaks BPBD Agam, Muhammad Luthfi, mengatakan pihaknya menerima laporan kehilangan hari ini. Rombongan yang hilang tersebut diketahui masuk hutan pada Sabtu (3/10) pagi.

"Ada dua rombongan. Mereka dari Nagari Suayan, Limapuluh Kota. Rombongan pertama 14 orang, dipimpin langsung Wali Nagari. Mereka mencari sumber air di daerah perbatasan dengan Kamang Hilia Agam. Rombongan kedua, ada 77 orang lagi, dengan tujuan membuka jalur wisata," kata Luthfi kepada wartawan.

(jbr/idh)