Pakar Ingatkan Risiko Tak Olahraga Saat WFH di Masa Pandemi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2020 11:46 WIB
Ilustrasi tali sepatu lepas
Ilustrasi olahraga (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Pengajar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta dr Arie Sutopo mengingatkan bahaya tidak berolahraga saat work from home (WFH). Arie menyebut tubuh yang tidak bergerak akan berimbas pada sendi hingga memberikan dampak yang tidak sehat terhadap jantung.

"Karena ada ketentuan WFH, tapi kalau cuma hanya kerja, masalah akan timbul. Kita mesti bergerak dan olahraga. Misalnya kita bergerak, otot dan sendi-sendi mesti digerakin, itu nggak boleh lupa. Khususnya bagi mereka yang berumur 40 tahun ke atas, nanti ngilu-ngilu semua. Habis kerja, malamnya tidur, paginya sakit semua, sendinya ngilu, bangun susah. Jadi otot dan sendi harus digerakkan. Cukup dengan beban sedikit atau tanpa beban, itu harus tetap dilakukan," kata Arie dalam siaran YouTube BNPB, Sabtu (3/10/2020).

Arie mengatakan tubuh yang tidak bergerak akan berimbas pada jantung dan pernapasan. Hal ini sangat berbahaya apabila tertular COVID-19.

"Kedua, untuk jantung dan pernapasan, itu harus. Kalau nggak, lama-lama orang tua 40 tahun ke atas, darah tingginya naik, napasnya jadi batuk-batuk, sesak, apalagi datang si COVID, masalah lagi timbul. Kita punya masalah jantung, paru-paru, karena tidak bergerak, komorbidnya, datang lagi si COVID, masalah lagi tambah," tuturnya.

Saat tubuh bergerak, Arie menyebut sel darah putih akan meningkat, sehingga daya tahan tubuh turut naik.

"Kalau kita bergerak, itu daya tahan naik. Itu hebatnya. Jadi, kalau kita olahraganya sedang atau ringan, daya tahan naik, jumlah sel darah putih naik. Jadi begitu COVID datang, langsung dihantam sama sih sel darah putih ini. Tapi kalau kita diam saja, 'tentara' di dalam nggak naik. Begitu COVID datang, mati semua 'tentara' kita," jelasnya.

"Jadi, kalau kita bergerak, tujuannya untuk meningkatkan kekebalan, imunitas, itu penting. Kalau nggak bergerak, nggak ada kekebalan, nggak ada daya tahan. Jadi kita sudah pakai masker, jaga jarak, sudah cuci tangan, tapi kalau sampai COVID masuk, badan ini mesti punya tentara di dalam buat hantam dia. Agar daya tahan ini banyak, ya bergerak, olahraga," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2