PKS Desak Mendagri Inspirasi Paslon Pilkada Agar Tak Kampanye Tatap Muka

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2020 06:36 WIB
Mardani Ali Sera
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai permintaan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjadikan masker dan hand sanitizer sebagai alat peraga kampanye (APK) adalah bersifat praktis. PKS menyebut harusnya Tito lebih filosofis dengan memberikan inspirasi kepada pasangan calon untuk tidak melakukan kampanye tatap muka.

"Pak Mendagri mestinya bisa lebih filosofis. Jangan cuma praktis. Bagi masker dan hand sanitizer itu praktis," kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera kepada wartawan, Jumat (2/10/2020).

Mardani mengatakan Tito bisa menginspirasi agar calon kepala daerah tidak melakukan kampanye tatap muka. Dia menilai dengan seni mengajar dan psikologis yang dimiliki, Tito bisa menjelaskan tentang pelayanan masyarakat kepada kepala daerah.

"Tapi Mendagri bisa menginspirasi agar para calon kepala daerah berani ambil keputusan tidak kampanye tatap muka. Dengan kemampuan pedagogis dan psikologisnya, Mendagri dapat menjelaskan jadi kepala daerah itu tentang pelayanan. Tentang memajukan dan menyejahterakan rakyatnya," katanya.

Mardani kemudian menyoroti kampanye yang membahayakan rakyat. Dia meminta agar calon kepala daerah melakukan inovasi dalam menghadapi Corona.

"Jika dalam kampanye membahayakan rakyat untuk apa maju jadi kepala daerah. Ayo semua, kita perlu kedalaman hati dan keluasan pikiran untuk menghadapi COVID-19," tutur dia.

Mardani kemudian menyarankan agar kampanye dimaksimalkan dengan teknologi. Seperti memanfaatkan media sosial hingga melalui pesan singkat (SMS).

"Harus tegas. Tidak ada pertemuan fisik. Bisa pakai sosmed atau bisa via SMS bagi yang tidak ada internet," katanya.

Namun demikian, Mardani mengatakan pembagian masker dan sanitizer langkah yang bagus. Namun demikian, dalam distribusinya perlu diterapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Bagi masker dan hand sanitizer bagus. Tapi budaya dan disiplin mesti ada contoh. Para calon kepala daerah bisa jadi role modelnya. Arahannya semua protokol COVID-19 dilaksanakan dengan disiplin. Masker dibagikan dengan cara yang benar dan masker yang standar," katanya.

(lir/gbr)