Dewan Pers Ajak Media Gelorakan Kepatuhan Protokol Kesehatan

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 18:59 WIB
Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh
Foto: Deny Prastyo Utomo
Jakarta -

Dewan Pers mengajak media gencar mengkampanyekan kepatuhan protokol kesehatan pencegahan penularan virus Corona. Hal itu sebagai salah satu peran pers untuk membantu pemerintah menangani pandemi COVID-19.

"Kita semua pers harus terus menerus menggelorakan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, dan menumbuhkan asa, semangat, harapan terus sekaligus menumbuhkan optimisme publik," kata Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh dalam webminar bertajuk Menjaga Harapan Masyarakat di tengah Bencana, Jumat (2/10/2020).

Ia mengatakan pers dapat membantu membangkitkan optimisme masyarakat agar dapat mengatasi pandemi Corona dengan cara membangun kesadaran masyarakat mematuhi protokol pencegahan COVID-19. Ia menyebut jangan sampai masyarakat menjadi pesimis terhadap upaya penanganan pandemi Corona.

"Jangan sampai kita putus asa pesimis ya selesai. Saya kira bukan begitu, kita ini bukan bangsa yang mudah pesimis, tapi harus kita bangun asa harus tetap jalan, optimisme harus kita bangun, dan mencari solusi teknis yang harus kita lakukan," katanya.

"Apa yang harus kita lakukan paling tidak dari media massa adalah satu menumbuhkan kepedulian, awareness. Karena di Jatim masih ada orang yang tidak percaya betul COVID-19 ini, baru pas kena baru percaya. Kalau nunggu kena dulu kan bubar," ucapnya.Ia menyebut angka penularan kasus rata-rata mencapai 4.000 orang per hari sementara kapasitas rumah sakit juga menjadi tantangan. Oleh sebab itu menurutnya pers mempunyai peran untuk membantu penanganan pandemi Corona bersama pemerintah dengan membangun kesadaran masyarakat mentaati protokol kesehatan.

"Oleh karena itu tugas pers adalah membangkitkan kepedulian, membangkitkan partisipasi, dan mengedukasi publik. Persoalan ini tidak mungkin diselesaikan sendiri oleh pemerintah, karena itu harus partisipatif," ungkapnya.

Sementara itu, anggota tim komunikasi Satgas COVID-19, Tommy Suryopratomo mengatakan Indonesia dapat belajar dari negara Selandia Baru, yang mana setiap hari media massanya gencar melakukan sosialisasi terkait dengan protokol pencegahan COVID-19 dan adaptasi kebiasaan baru.

Disisi lain, Satgas COVID-19 juga telah bekerjasama dengan Dewan Pers maupun PWI untuk menggaungkan kampanye perubahan perilaku. Ia menyebut ada sekitar 5.800 wartawan yang akan diundang berpartisipasi untuk membuat pemahaman dan edukasi kepada masyarakat.

"Yang penting adalah wartawan yang kemudian ingin terlibat sebagai agen perubahan perilaku ini menjadi bagian dalam upaya bagaimana selama 3 bulan ke depan ini kita sama-sama melakukan upaya keras membuat pemahaman, edukasi, mensosialisasikan, membuat dalam bentuk feature-feature, indepth reporting, dalam bentuk talkshow atau podcast, tetapi semua platform apakah itu tv, radio, cetak, online bersama-sama menggelorakan atau membangun kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Tonton video 'Tips Kontrol Psikis saat Dinyatakan Positif Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/fjp)