Pengunggah Kolase Ma'ruf-'Kakek Sugiono' Marah dengan Pernyataan soal K-Pop

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 13:06 WIB
PARK CITY, UT - JANUARY 19:  A general view of atmosphere at the YouTube
Foto: Ilustrasi Youtube (Gettyimages - Andrew H. Walker)
Jakarta -

Polri mengungkapkan Ketua MUI tingkat kecamatan di Tanjungbalai, Sulaiman Marpaung mengunggah kolase foto Wapres Ma'ruf Amin dan bintang porno Jepang Shigeo Tokuda alias Kakek Sugiono karena tak suka dengan pernyataan Ma'ruf Amin soal aliran musik K-Pop. Pernyataan yang dimaksud, sebut Polri saat Ma'ruf mengatakan K-Pop seharusnya bisa menginspirasi anak muda di Indonesia.

"Statement yang K-Pop harusnya bisa menginspirasi anak muda Indonesia," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono kepada detikcom, Jumat (2/10/2020).

Argo menerangkan pernyataan Ma'ruf itu disiarkan salah satu kanal Youtube. "Pernyataan Wapres di Youtube, menit ke 2.51 sampai dengan menit 3.08," sambung Argo.

Sebelumnya Argo mengungkap motif Sulaiman Marpaung mengunggah kolase foto Wapres Ma'ruf Amin dan bintang porno Jepang Shigeo Tokuda alias Kakek Sugiono. Kepada polisi, Sulaiman disebut mengaku kecewa terhadap pernyataan Ma'ruf.

"Motifnya dia marah lihat pernyataan Pak Ma'ruf di YouTube," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono sebelumnya.

Namun semula belum dijelaskan pernyataan Ma'ruf mana yang dimaksud Sulaiman. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pernyataan Ma'ruf yang disorot Sulaiman yakni soal industri K-POP yang mestinya bisa menginspirasi anak muda Indonesia.

Klarifikasi Istana Wapres soal Pernyataan K-Pop

Pihak Istana Wapres telah mengklarifikasi yang dimaksud adalah belajar dari kemajuan Korea, bukan merendahkan musik Indonesia.

"Pernyataan Wapres KH Ma'ruf Amin pada 'Peringatan 100 Tahun Kedatangan Warga Korea di Indonesia', Minggu, 20 September lalu, telah disalahpahami oleh sebagian kalangan. Ada penilaian Wapres tidak paham musik dan seolah Wapres merendahkan kualitas musik Indonesia, di bawah Korea," kata Masduki dalam keterangannya, hari ini.

"Wapres tidak sedang membandingkan kualitas musik Indonesia seolah di bawah Korea. Wapres juga tidak sedang membanggakan diri sebagai pakar musik. Sama sekali tidak," sambungnya.

Sulaiman ditangkap polisi di kediamannya di Tanjungbalai, hari ini. Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan nomor LP/B/0561/IX/2020/Bareskrim tanggal 30 Sept 2020.

Dia diduga melanggar Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Tonton video 'Ditangkap! Ini Wajah Pengunggah Kolase Ma'ruf-Kakek Sugiono'':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/fjp)