Gerindra DKI Tak Setuju Rumah Pasien Isolasi Covid Ditempeli Stiker

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 04:39 WIB
Hotel U Stay di kawasan Mangga Besar menjadi salah satu lokasi isolasi mandiri pasien COVID-19 di Jakarta Pusat.
Foto: Ilustrasi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Fraksi Partai Gerindra DKI mengatakan penempelan stiker di rumah pasien OTG tidak diperlukan. Tapi, yang terpenting adalah bagaimana sistem pengawasan berjalan efektif terhadap pasien.

"Yang efektif itu bukan seperti itu, oke lah isolasi mandiri diiizinkan, tapi di sinilah peranan RT RW lebih ditingkatkan lagi jadi bukan hanya memasangkan stiker," kata Wakil Ketua F-Gerindra DKI, Andyka, ketika dihubungi, Kamis (1/10/2020).

Dia mengatakan penempelan stiker dapat menjadikan keluarga pasien itu terisolir. Sebab, stigma negatif terhadap COVID masih berkembang di masyarakat.

"Itu akan terbentuk stigma di sana bahwa anggota keluarga di sini ada yang isolasi mandiri, itu akan terjadi pengkebirian, akan ada terisolir warga tersebut, itu kurang efektif," ujarnya.

Dia menekankan unsur RT/RW harus lebih dilibatkan dalam sistem pengawasan. Lebih bagus jika mengajak masyarakat berempati terhadap warga yang tengah isolasi mandiri.

"Unsur RT RW ini yang harus dikuatkan bagaimana agar pasien itu tidak tertekan yang mana imunnya bisa jadi drop, jadi kalau sudah ditempel stiker terbentuk stigma dalam masyarakat, nanti malah jadi takut," ujarnya.

"Unsur RT RW itu harusnya berkeliling memberitahu masyarakat, timbul lah empati masyarakat ada yang sumbang beras, ada yang segala macem, jadi jangan menimbulkan rasa ketakutan tapi harus menimbulkan rasa empati kepada masyarakat," lanjut Andy.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini memperbolehkan masyarakat yang positif Corona tak bergejala atau OTG menjalani isolasi mandiri di rumah dengan syarat. Rumah yang digunakan untuk isolasi mandiri itu nanti akan ditempeli stiker khusus bertulisan 'sedang melakukan isolasi mandiri'.

"Lurah menempel atau memasang pengumuman 'sedang melakukan isolasi mandiri' pada pintu atau tempat yang mudah terlihat," demikian bunyi salah satu poin di lampiran Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 980 Tahun 2020.

Alasannya sebagai penanda bagi petugas yang akan mengawasi pasien tersebut. "Ya kan harus diberi tanda, supaya orang yang bertugas mengerti. Lingkungan masyarakat tahu, keluarga tahu, semua tahu," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (1/10).

(eva/dnu)