Round-Up

Rencana Demo Lagi Pekerja Hiburan Malam Ibu Kota

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 04:30 WIB
Pekerja hiburan malam akan demo minta Anies buka PSBB
Foto: Rencana demo pekerja hiburan malam Jakarta (Dok.Istimewa)
Jakarta -

Penutupan tempat hiburan malam di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jakarta ketat tidak hanya membuat para pengusaha menjerit. Para pekerja tempat hiburan pun terdampak kebijakan tersebut.

Banyak pekerja yang dirumahkan hingga diberhentikan karena tempat mata pencahariannya ditutup. Hal ini membuat sejumlah wanita pekerja hiburan berencana turun ke jalan untuk aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Kota Jakarta pada Senin (5/10).

Para pekerja hiburan malam menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka kembali tempat hiburan malam di tengah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat. Aksi bertajuk 'Gerakan 1001 Malam' itu rencananya akan diikuti 1.000 pekerja dunia hiburan, seperti disk jockey (DJ), pemandu lagu, pekerja spa, dan tempat hiburan malam lainnya.

"Mereka tuntutannya kenapa mal bisa dibuka, pasar bisa dibuka, terus tempat publik lainnya bisa dibuka? Tapi kenapa dunia malam ditutup? Kalau mereka inginnya tetap dibuka tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19, bila perlu dengan rapid test," kata penanggung jawab aksi, Lisman Hasibuan dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Ketua Infokom DPP PEKAT Indonesia Bersatu itu mengatakan para pekerja tersebut kehilangan mata pencariannya karena tempat hiburan tidak diperbolehkan beroperasi di tengah pandemi. Sementara para pekerja tempat hiburan tidak mendapatkan pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

"Kasihan mereka ada yang ngeluh, anak-anaknya ada, anak-anaknya mau makan apa, ada yang tulang punggung keluarga. Susah mau cari kerjaan apa di Jakarta ini sementara pemerintah nggak siapkan lapangan pekerjaan," katanya.

Pihaknya meminta agar Pemprov DKI Jakarta memberikan kelonggaran terhadap pengusaha hiburan malam.

"Artinya kalau dibuka dengan jam 12.00 WIB malam ditutup nggak masalah, kita nggak minta sampai pagi, artinya dibuka sampai jam 12.00 WIB malam dengan protokol kesehatan," tandasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2