Asphija Nyatakan Tak Terkait Aksi Demo Pekerja Hiburan Malam Pekan Depan

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 22:05 WIB
Ketua Asphija Hana Suryani
Ketua Asphija Hana Suryani (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) mengaku tidak mengetahui adanya rencana aksi para pekerja hiburan malam yang akan mendemo kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Asphija menegaskan bahwa pihaknya tidak ada sangkut pautnya dengan gerakan tersebut.

"Mengenai demo yang akan dilakukan ormas PEKAT IB, kalau saya dari Asphija tidak mengetahui sama sekali dan tidak ada sangkut pautnya. Jadi biar temen-temen di luar sana paham ini gerakan yang berbeda, kita tidak tahu," kata Ketua Asphija Hana Suryani saat dihubungi detikcom, Kamis (1/10/2020).

Meski begitu, Hana mengaku saat ini Asphija tengah melakukan mediasi dengan Anies Baswedan terkait pembukaan kembali tempat hiburan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Kalaupun dari asosiasi ada upaya-upaya untuk membuka atau mengetuk pintu hati Pemprov, itu dilakukan dengan upaya yang prosedural. Bagaimana kalau sekarang saya secara pribadi dibantu tim di Asphija membuat materi paparan ke gubernur untuk alasan-alasan mengapa hiburan itu harus dibuka, kekuatannya di mana, dan mengapa dia harus dibuka," katanya.

Lebih lanjut, Hana mengungkap, saat ini pihaknya tengah mengupayakan agar usaha tempat hiburan bisa dibuka kembali untuk mendongkrak perekonomian. Pihaknya memastikan akan mematuhi protokol kesehatan COVID-19 jika tempat hiburan diberi kesempatan untuk buka kembali di tengah pandemi ini.

"Yang aku siapin itu adalah buat ke Pemprov, pemerintah pusat juga--karena ini harus jadi acuan nasional--yang saya siapkan adalah bagaimana kekuatan dari sebuah usaha. Ya bukan (usaha dunia) hiburan aja, jadi kita sekarang berdiri atas pengusaha yang siap disiplin akan protokol. Karena kalau saya bicara atas semua pengusaha, belum tentu juga semua pengusaha nurut," jelasnya.

"Jadi saya nggak mau menamengi atau membentengi teman-teman yang bandel. Kalau mereka bandel berhadapan lah dengan aparat. Jadi saya akan bersuara yang di belakang saya adalah para pengusaha yang siap melakukan kedisiplinan protokol COVID-19," sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah wanita pekerja hiburan berencana melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Kota Jakarta pada Senin (5/10). Para pekerja hiburan malam tersebut menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka kembali tempat hiburan malam di tengah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat.

Aksi bertajuk 'Gerakan 1001 Malam' itu rencananya akan diikuti 1.000 pekerja dunia hiburan, seperti disk jockey (DJ), pemandu lagu, pekerja spa, dan tempat hiburan malam lainnya. Massa rencananya juga akan berunjuk rasa di depan kantor DPRD DKI Jakarta.

"Jadi rencana aksi itu dilakukan Hari Senin (5/10), rencana besok, tapi kan kalau besok waktunya mepet untuk konsolidasi. Jadi para teman-teman pekerja malam, dunia hiburan banyak yang teriak ekonominya, ya susah PSBB ini. Apalagi tempat usaha mereka tutup semua di DKI Jakarta ini, beda dengan di Jabar dan daerah lain masih buka dan ada batasan waktunya kan gitu," kata penanggung jawab aksi Lisman Hasibuan kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Lisman Hasibuan, yang juga Ketua Infokom DPP PEKAT Indonesia Bersatu, mengatakan, dalam aksi unjuk rasa tersebut, massa yang mayoritas kaum perempuan akan menyampaikan sejumlah tuntutan. Salah satunya, mereka meminta Gubernur DKI Jakarta membuka tempat hiburan malam.

"Kasihan mereka ada yang ngeluh, anak-anaknya ada, anak-anaknya mau makan apa, ada yang tulang punggung keluarga. Susah mau cari kerjaan apa di Jakarta ini sementara pemerintah nggak siapkan lapangan pekerjaan," katanya.

(mei/fjp)