Pekerja Hiburan Malam Akan Demo Anies, Kasatpol PP: Nggak Boleh Ada Kerumunan

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 21:40 WIB
Kasatpol PP DKI Arifin
Kasatpol PP DKI Arifin (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah wanita pekerja hiburan berencana melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Kota Jakarta pekan depan. Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin mengingatkan soal larangan berkerumun di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat.

"Kerumunan nggak boleh," ujar Arifin kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Arifin mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian mengenai adanya rencana unjuk rasa itu. Selain itu, koordinasi akan dilakukan bersama Dinas Pariwisata dan Industri Kreatif DKI Jakarta yang membidangi tempat hiburan malam.

"Nanti kita akan koordinasi dengan pihak kepolisian," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah wanita pekerja hiburan berencana melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Kota Jakarta pada Senin (5/10). Para pekerja hiburan malam tersebut menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka kembali tempat hiburan malam di tengah masa PSBB ketat.

Aksi bertajuk 'Gerakan 1001 Malam' itu rencananya diikuti 1.000 pekerja dunia hiburan, seperti disk jockey (DJ), pemandu lagu, pekerja spa, dan tempat hiburan malam lainnya. Massa rencananya juga berunjuk rasa di depan kantor DPRD DKI Jakarta.

"Jadi rencana aksi itu dilakukan hari Senin (5/10), rencana besok, tapi kan kalau besok waktunya mepet untuk konsolidasi. Jadi para teman-teman pekerja malam, dunia hiburan banyak yang teriak ekonominya, ya susah PSBB ini. Apalagi tempat usaha mereka tutup semua di DKI Jakarta ini, beda dengan di Jabar dan daerah lain masih buka dan ada batasan waktunya kan gitu," kata penanggung jawab aksi Lisman Hasibuan kepada wartawan, Kamis (1/10).

(man/idn)