Dampak Kereta Serayu Anjlok, 3 Perjalanan KA Putar Jalur

Siti Fatimah - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 00:22 WIB
Sejumlah pekerja melakukan proses perawatan kereta lokomotif di Bengkel Kereta Api, Jatinegara, Jakarta, Jumat (11/7/2014). PT KAI Daop 1 dalam rangka mudik lebaran menyiapkan 48 lokomotif dengan jumlah kereta 262 unit gerbong.
Foto: Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Bandung -

Proses evakuasi lokomotif Kereta Api (KA) Serayu relasi Pasar Senen-Kiaracondong-Purwokerto yang mengalami anjlok masih berlangsung. Dampaknya, beberapa perjalanan keberangkatan KA dari Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung mengalami perubahan pola operasi.

Hal tersebut disampaikan Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung Noxy Citrea. Pihaknya mengatakan pola perubahan perjalanan tersebut dilakukan sebagai salah satu opsi penumpang untuk melanjutkan perjalanan.

"Kami sampaikan permohonan maaf, sampai saat ini proses evakuasi masih berlangsung. Agar penumpang tetap terlayani, perjalanan kereta api sementara waktu memutar ke lintas utara," ujar Noxy dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (1/10/2020).

Lebih lanjut, keberangkatan dari Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong yang melewati jalur utara yaitu menuju Cikampek kemudian berjalan ke arah Cirebon, Semarang, Purwokerto dan kembali ke lintas selatan menuju Kroya, Yogyakarta, sampai Surabaya Gubeng.

Adapun sejumlah KA yang berubah memutar ke lintas utara dengan jadwal keberangkatan dari Daop 2 diantaranya adalah KA Turangga, KA Kutojaya Selatan dan KA Kahuripan. Kereta api Turangga menjadi perjalanan pertama yang memutar menuju jalur utara dari Stasiun Bandung.

KA Turangga berangkat dari Stasiun Bandung pukul 18.49 terlambat sekitar 40 menit. Untuk penumpang diberikan pilihan berupa pengembalian bea secara penuh atau melanjutkan perjalanan kereta api dengan pola operasi memutar.

Sementara itu, untuk penumpang KA Serayu di lokasi anjlok sudah dievakuasi seluruhnya untuk kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api dari Stasiun Banjar menuju Stasiun Purwokerto.

Terkait penyebab anjloknya KA Serayu, Noxy mengatakan bahwa hal tersebut masih dalam penyelidikan. "Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, kami terus berupaya semaksimal mungkin agar segera teratasi dan perjalanan normal kembali," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Kereta Api (KA) Serayu relasi Pasar Senen-Kiaracondong-Purwokerto anjlok pada roda lokomotif di petak jalan antara Stasiun Manonjaya dan Stasiun Ciamis di Km 285 pada Kamis (1/10/2020) pukul 17.25 WIB.

Dalam insiden tersebut terdapat 6 kereta ekonomi yang mengalami anjlok. Kemudian terdapat 69 penumpang dalam kondisi baik dan tidak ada yang terluka.

(rfs/rfs)